Maunya PDIP Arah Pembangunan Indonesia Dirancang hingga 11 Tahun Kedepan, Jadi Jokowi Harus

Keinginan PDI Perjuangan menempatkan kadernya sebagai Ketua MPR RI bukan tanpa sebab, mereka menginginkan agar nanti kadernya

Maunya PDIP Arah Pembangunan Indonesia Dirancang hingga 11 Tahun Kedepan, Jadi Jokowi Harus
Tribunnews.com
Hasto Kristiyanto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Keinginan PDI Perjuangan menempatkan kadernya sebagai Ketua MPR RI bukan tanpa sebab, mereka menginginkan agar nanti kadernya tersebut mampu menggoalkan diberlakukan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Ketua Umum PDIP, Megawati didampingi Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, Sekjen PDIP, Hasto Kristianto dan Prananda Prabowo menghadiri malam budaya Kongres V PDIP di Bali, tepatnya di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Rabu (7/8/2019).
Ketua Umum PDIP, Megawati didampingi Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, Sekjen PDIP, Hasto Kristianto dan Prananda Prabowo menghadiri malam budaya Kongres V PDIP di Bali, tepatnya di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Rabu (7/8/2019). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai, Indonesia Raya itu dibangun dengan visioner.

Kemerdekaan untuk menghapuskan berbagai belenggu penjajahan di seluruh bidang kehidupan, dan untuk membangun persaudaraan dunia ke dalam suatu tatanan dunia baru yang bebas dari penindasan.

Baca: Jelang Pemutaran Film Bumi Manusia, Ini Profil 4 Karakter Selain Minke dan Annelies

Baca: Mulai September 2019, Penyaluran Rastra di Kabupaten Ini Akan Beralih ke Non Tunai 

Baca: Baru Sebentar Keluarkan Single dan Viral, Barbie Kumalasari Akan Gelar Konser Hingga ke Luar Negeri

"Sehingga tidak heran tahun 1955 Indonesia membuat geger dunia dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika sebagai cikal bakal Gerakan Non Blok yang menjadi kekuatan poros ketiga, poros cinta damai dan cinta kemerdekaan, dan disitulah kepemimpinan Indonesia yang visioner diwujudkan," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/8/2019).

Untuk mengisi kemerdekaan itu, kata Hasto, dalam konsepsi haluan negara pun, lebih dari 600 doktor di segala disiplin ilmu, pada 1960 sudah merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana.

Baca: BREAKING NEWS : Anggota DPRD Periode 2019-2024 Dilantik Lukman

Baca: Mengenal 4 Jenis Tanaman Kopi di Indonesia

Baca: Tomohon Sukses Gelar Kawanua Bussiness Forum 2019

Demikian pula dengan usulan PDI Perjuangan berkaitan dengan amandemen terbatas, adalah tanggung jawab masa depan, agar Indonesia memiliki arah dan kepastian bagi seluruh gerak pembangunan nasional.

"Jadi amandemen tidak kembali ke masa lalu. Amandemen terbatas menatap masa depan, agar Indonesia bisa bergerak maju, terencana, dan bisa menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa. Amandemen terbatas justru akan menjadi legacy bagi kepemimpinan Presiden Jokowi yang visioner," ucap Hasto.

Kesemuanya, lanjut Hasto, diletakkan dalam cita-cita 50 hingga 100 tahun ke depan.

Dengan adanya rancangan Haluan Negara tersebut, akan ada arah terhadap penguasaan teknologi, pengembangan ilmu pengetahuan dasar, dan pengembangan SDM yang hebat dan mumpuni.

"Haluan negara memuat kebijakan pokok pembangunan dan jalan tranformasinya, agar Indonesia secepatnya maju dan kembali disegani karena kekuatan domestiknya yang berkontribusi dalam peradaban dunia," jelas Hasto.

"Haluan negara akan mengubah cara pandang bangsa menjadi outward looking, dan hal tersebut akan mengikat seluruh lembaga tinggi negara, seluruh pemerintahan dari pusat hingga daerah, untuk bergerak dalam satu irama yang sama, kemajuan Indonesia Raya," pungkasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved