Briptu Heidar Sempat Kontak Ibunda

Isak tangis dan suasana haru biru menyelimuti kediaman keluarga besar Briptu Heidar di Papua. Doa bersama terus dilantunkan

Briptu Heidar Sempat Kontak Ibunda
(Liputan6.com/Facebook Haedar/Katharina Janur)
Briptu Hedar ditemukan bersimbah darah dengan luka tembak ditubuhnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Isak tangis dan suasana haru biru menyelimuti kediaman keluarga besar Briptu Heidar di Papua. Doa bersama terus dilantunkan untuk mengiringi kepergian Briptu Heidar yang gugur di tangan kelompok kriminal bersenjata saat sedang bertugas.

Penri, salah satu kerabat Briptu Heidar mengatakan pihak keluarga sangat terpukul atas musibah yang terjadi. Mereka pun meminta kepada Polri agar mengantarkan jenazah Briptu Heidar ke peristirahatan terakhir di kampung halaman orang tuanya Desa Siawung, Kabupaten Barru, Makassar, Sulawesi Selatan sesuai dengan permintaan dari sang ibunda.

Baca: Bandara Hong Kong Batalkan Ratusan Penerbangan

“Ada permintaan terakhir dari pihak keluarga, ibunda jenazah almarhum dapat dimakamkan di kampung halaman orang tua di Desa Siawung, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Penri, Selasa(13/8).

Saat tiba di Makassar, sang ibunda Nurhaeda ikut menyambut kedatangan jenazah anak kesayangannya. Menurut Nurhaeda, anaknya itu selama bekerja menjadi anggota Polri tidak pernah cuti.

"Terakhir dia menghubungi waktu lebaran, menanyakan kabar," ujar Nurhaeda.

Nurhaeda yang mengenakan jilbab berwarna hitam terlihat ditemani beberapa kerabatnya di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Isak tangis juga mewarnai kedatangan jenazah Briptu Heidar, sang ibunda juga tak kuasa menahan air matanya ketika peti jenazah diturunkan dari pesawat.

Menyamar

Mabes Polri mengungkap bahwa anggota Ditreskrimum Polda Papua Briptu Heidar yang tewas oleh kelompok kriminal bersenjata Papua sempat melakukan penyelidikan di Kabupaten Puncak Jaya sebelum disandera.  Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penyelidikan yang dilakukan almarhum berkaitan dengan informasi dari masyarakat.

Baca: Wiranto Peluk Mantan Anggota DI-TII: Ikar Setiap pada Pancasila

"Kejadian kemarin itu berawal informasi dari masyarakat. Memang di wilayah Puncak Jaya ini kita ketahui merupakan salah satu basicnya KKB Puncak Jaya, Timika, kemudian Paniai, dan turun ke bawah itu semuanya memiliki kelompok-kelompok yang menguasai wilayah tersebut," ujar Dedi,

"(Briptu Heidar) Mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa KKB sering mengintimidasi masyarakat di distrik tersebut. Selain mengintimidasi juga ada beberapa tindak pidana yang dilakukan, baik penganiayaan, pengancaman, pemerkosaan maupun tindak kejahatan lainnya," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved