Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wiranto Peluk Mantan Anggota DI-TII: Ikar Setiap pada Pancasila

Mantan anggota Harakah Islam Indonesia, Darul Islam/ Tentara Islam Indonesian (DI/TII) hingga Negara Islam Indonesia

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan.co.id
Mantan Anggota DI-TII mencium bendera Merah Putih saat ikrar setiap pada Pancasila. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mantan anggota Harakah Islam Indonesia, Darul Islam/ Tentara Islam Indonesian (DI/TII) hingga Negara Islam Indonesia (NII) mengikrarkan diri setia pada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar dibacakan langsung di depan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di ruang Nakula, Gedung A Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Baca: Praveen Jordan Katakan Dirinya dan Melati Banyak Belajar dari Kekalahan saat Melawan Wang/Huang

Sebanyak 14 eks harakah Islam Indonesia, eks DI/TII, dan eks NII yang turut hadir dalam pembacaan ikrar ini. Setelah pembacaan ikrar, acara dilanjutkan dengan penghormatan dan mencium bendera merah putih.

Pantauan, Wiranto yang berdiri di samping para eks DI/TII, dan eks NII segera menyalami dan memberikan pelukan hangat. Momen haru itu turut disaksikan oleh para tamu dan pejabat di lingkungan Kemenkopolhukam.

Sebagian eks DI/TII, dan eks NII yang mengantre untuk memberikan penghormatan kepada bendera pun terlihat haru. Mata mereka terlihat berkaca-kaca. Lantunan musik orgen pun yang membawa lantunan lagu 'Indonesia Pusaka' pun menambah suasana haru.

Wiranto menyampaikan, momen bergabungnya eks DI/TII, dan eks NII jelang hari Kemerdekaan ke-74 Indonesia menjadi suatu rasa syukur. "Menjelang ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan syukur bahwa bahwa ada satu niatan ada satu keinginan ada 1 semangat untuk teman-teman kita keluarga besar harokah Islam Indonesia beserta DI TII dalam Islam Indonesia tentara Islam Indonesia NII Negara Islam Indonesia beserta para pendukung dan simpatisannya sadar bahwa persatuan itu sangat penting dan persatuan kita bisa membangun negeri hanya dengan persatuan lah kita dapat berkompetisi dengan negara lain," kata Wiranto.

Baca: Masuk ke Dalam Daftar Pembalap Langka, Ini Rekor yang Berpeluang Dipecahkan oleh Marc Marquez

Berikut isi ikrar setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika yang dibacakan oleh perwakilan eks DI/TII, dan eks NII yakni Sarjono Kartosoewirjo, Dadang Fathurrahman, Aceng Mi'rah Mujahidin, dan Yudi Muhammad Auliya.

Kami keluarga besar Harokah Islam beserta eks Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan eks Negara Islam Indonesia (NII) bersama segenap pendukungnya dengan ini berikrar :

1. Berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945

2. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Menjaga persatuan dalam masyarakat majemuk agar tercipta keharmonisan, toleransi, kerukunan, dan perdamaian untuk mencapai tujuan nasional.

4. Menolak organisasi dan aktivitas yang bertentangan dengan Pancasila.

5. Meningkatkan kesadaran bela negara dengan mengajak komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebanyak 14 orang mantan anggota Harokah Islam Indonesia, DI/TII, dan NII tersebut hadir. Mereka adalah Sarjono Karyosuwiryo, Dadang Fathurrahman, Aceng Mi’rah Mujahidin, Yudi Muhammad Auliya, Yana Suryana, Deden Hasbullah, Ahmad Icang Rohiman, Mamat Rohimat, Dadang Darmawan, Eko Hery Sudibyo, Cepi Ardiyansyah, Nandang Syuhada, Deris Andrian, dan Ali Abdul Adhim.

Sarjono Kartosuwiryo selaku putra tokoh utama DI/TII-NII, Sekarmaji Marinan Kartosuwiryo, memimpin ikrar sumpah tersebut. Sarjono pun mengungkapkan alasan terkait pembacaan ikrar setia pada Pancasila.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved