Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Listrik Padam: Jokowi dan Menteri Pakai Genset

Sebagian wilayah di pulau Jawa termasuk Jabodetabek, Minggu(4/8/2019) siang mengalami pemadaman listrik massal.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
http://goo.gl/QZ15dr
Ilustrasi Listrik Padam 

TRIBUNMANADO, JAKARTA - Sebagian wilayah di pulau Jawa termasuk Jabodetabek, Minggu(4/8/2019) siang mengalami pemadaman listrik massal. Padamnya listrik diketahui dimulai sejak pukul 11.50 WIB.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan terjadi gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini lanjut, I Made Suprateka, membuat transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ujar I Made Suprateka.

Baca: Sulut Punya Syarat ‘Impor’ Rektor: Begini Penjelasan Menristek

Selain itu terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah Area Jawa Barat. “Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” tutup Made.

Pengaturan penormalan dilakukan dari UP2B untuk meminimalisir pemadaman. PLN juga mengatakan Gas Turbin 1 hingga 6 Suralaya mengalami trip atau gangguan. Sementara itu, Gas Turbin 7 dalam posisi mati atau off. Beberapa wilayah di Jawa Barat yang terkena imbas pemadaman listrik massal yaitu Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi, dan Bogor.

Akibat pemadaman missal tersebut family gathering Kabinet Kerja di Istana Bogor tak terganggu akibat mati massal di sebagian besar wilayah Jawa. Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, ikut terdampak matinya aliran listrik di kawasan Jabodetabek dan Banten

Akibatnya, ruang tunggu pewarta gelap gulita. Meski demikian, listrik di bagian utama Istana Bogor di dalam tetap menyala lantaran menggunakan generator listrik cadangan. Sebelum listrik mati, Presiden Joko Widodo menggelar acara gathering family bersama para menteri dan mantan menteri di Kabinet Kerja. Mereka turut mengundang anggota keluarganya menghadiri acara tersebut. Aliran listrik baru mati setelah acara selesai sehingga momen family gathering tersebut tak terganggu dan tetap berjalan lancar.

"Listrik padam. Kalau yang di dalam pakai mesin genset," kata salah seorang petugas Istana Bogor. Gedung yang di dalam yang dimaksud adalah gedung utama tempat Jokowi dan para menterinya berkumpul bersama usai mengadakan acara family gathering. Padamnya listrik juga berdampak tak adanya sinyal handphone. Alhasil, wartawan yang meliput kegiatan family gathering ini kesulitan dalam mengirimkan berita ke kantor medianya masing masing.

Baca: Penembakan di AS Tewaskan 29 Orang: Patrick Tembakan Peluru ke Massa

Hingga berita ini diturunkan listrik masih padam di sejumlah gedung di Istana Bogor. Para pegawai Istana itu pun tampak sibuk mencoba menghidupkan listrik di gedung-gedung yang ada di Istana Bogor.

Sementara itu, seluruh perjalanan kereta rel listrik (KRL) terhenti akibat pemadaman listrik di wilayah Jabodetabek. "Semua perjalanan terhenti karena Listrik Aliran Atas (LAA) kan off (mati) ya," kata Vice President Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba.

PT KCI menyampaikan permohonan maaf jika kondisi tersebut mengganggu perjalanan para penumpang. Saat ini, kata Anne, pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengetahui penyebab pemadaman listrik tersebut.

"Petugas saat ini masih berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani permasalahan ini," ungkap Anne. Anne juga mengimbau para penumpang tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas terutama penumpang yang berada di dalam kereta.

Bagi penumpang yang masih berada di stasiun, mereka dapat membatalkan tiket perjalanannya ke loket stasiun. Sementara itu, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin dalam keterangan tertulisnya, Minggu, menyebutkan, pasokan listrik dari PLN mulai terhenti sejak pukul 11.50 WIB.

"Tim Operation Control Center (OCC) MRT mendeteksi empat kereta MRT terhenti diantara stasiun bawah tanah dan saat ini dalam proses evakuasi," kata Kamaludin.
Para penumpang dievakuasi melalui pintu darurat. Pintu Platform Screen Door (PSD) dibuka secara manual untuk proses evakuasi. "Tim Operasi dan Pemeliharaan saat ini memastikan seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman," ujar Kamaludin. Pantauan Tribun di Stasiun Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta penumpang MRT dievakuasi melalui kabin masinis.

Kemudian mereka menyusuri lorong bawah tanah hingga tiba ke stasiun terdekat. Di stasiun Blok M, penumpang juga dievakuasi melalui kabin masinis. Mereka turun ke jalur MRT layang dibantu dengan tangga untuk kemudian berjalan kaki menuju ke stasiun emplasemen stasiun terdekat. Petugas di stasiun MRT sempat melarang awak Tribun mengambil gambar di stasiun Gelora Bung Karno.

Baca: Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani Minta Maaf dan Sampaikan Kronologinya

Petugas stasiun tertutup terhadap matinya pelayanan MRT karena pemadaman listrik. Bahkan, petugas stasiun berkemeja lengan panjang melarang wartawan mengambil gambar kondisi di dalam stasiun. "Karena arahan dari atas tidak boleh ambil gambar, harap tunggu di luar," ujar petugas dengan tanda kartu pekerja MRT.

Bahkan saat mengambil gambar dari luar, petugas tersebut membentak awak media. Menurutnya gambar hanya boleh diambil kalau sudah mendapatkan izin. "Woiii, gw bilang enggak boleh ambil gambar," ujar petugas tersebut.

Tidak hanya KRL dan MRT saja yang mengalami gangguan, perjalanan kereta api jarak jauh dari dan menuju ke Jakarta untuk tujuan berbagai kota di Jawa kena imbasnya. Berdasarkan pemantauan Tribun, kereta api Taksaka dari Yogyakarta menuju ke Stasiun Gambir, Jakarta Pusat yang dijadwalkan tiba di Stasiun Gambir, pada Minggu sore pukul 15.42 WIB, mengalami keterlambatan.

Kereta Api Taksaka itu baru masuk di Stasiun Jatinegara pada pukul 16.50 WIB. Kereta api itu sempat mengalami penundaan pemberangkatan di sejumlah stasiun, seperti di Stasiun Bekasi dan rel kereta api di jalur masuk menuju Stasiun Jatinegara.

Kereta Api berjalan secara perlahan dari stasiun menuju ke stasiun lain. Kereta api itu menunggu di rel untuk mempersilakan kereta api jarak jauh lainnya untuk melintas. Pihak Kereta Api Indonesia melalui pemberitahuan di pengeras suara memberitahukan adanya keterlambatan kereta api masuk ke stasiun pemberhentian utama. Pemberitahuan itu sudah disampaikan sebelum masuk ke Stasiun Tambun.

"Saat ini Kereta Taksaka masih tertahan menuju antrean masuk Stasiun Jatinegara karena antrean masuk Stasiun Gambir karena gangguan sistem kelistrikan menuju Stasiun Jakarta Kota. Kami informasikan kembali Kereta Taksaka masih tertahan masuk Stasiun Jatinegara dikarenakan ada gangguan kelistrikan commuter line. Mengakibatkan perjalanan kereta api mengalami antrean Bekasi-Jakarta Kota. Bagi penumpang yang akan turun di Jatinegara menunggu sampai kereta benar-benar berhenti di Jatinegara," ujar petugas Kereta Api Indonesia.
Jaringan Internet Terganggu

Perusahaan telekomunikasi selular Telkomsel mengakui terjadi penurunan kualitas jaringan imbas dari pemadaman listrik massal. Saat dihubungi Tribun Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, pihaknya tengah menginventarisir jumlah perangkat jaringan yang terkena dampak penurunan kualitas.
"Kami akan terus melakukan monitor kondisi perangkat jaringan kami dan memastikan layanan tetap berjalan normal untuk menjaga kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi," kata Denny.

Ia menambahkan, untuk kondisi jaringan Telkomsel saat ini pihaknya memastikan back up power berfungsi di perangkat jaringan secara maksimal. Jaringan internet Telkomsel diketahui mengalami ketidakstabilan, sehingga menyulitkan pengguna mengakses komunikasi via telepon genggam.

Sejumlah pesan di media sosial seperti WhatApp juga sulit diperbarui. Para pengguna pun kesulitan mengakses aplikasi transportasi seperti Gojek dan Grab.
Hal serupa juga dialami PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang mengalami gangguan pelayanan akibat padamnya listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Manajemen mengatakan imbas pemadaman berdampak pada kualitas layanan miliknya.

"Sehubungan dengan padamnya aliran listrik di sejumlah wilayah di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, layanan XL Axiata ikut terdampak dan berimbas pada menurunnya kualitas layanan di wilayah tersebut," ujar Tri Wahyuningsih, VP Corporate Communications XL. Untuk itu manajemen XL memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Saat ini, tim teknis perusahaan di lapangan terus berusaha mengatasi dengan menghidupkan cadangan daya yang sudah disiapkan.

"Semoga kondisi ini segera pulih sehingga kualitas layanan XL Axiata bisa normal kembali," ujar Tri.
ATM Terganggu

Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jabodetabek turut mengakibatkan terganggunya layanan perbankan. Khususnya yang terkait layanan melalui anjungan tunai mandiri (ATM). PT Bank Central Asia Tbk misalnya mengakui pemadaman listrik turut mengakibatkan terganggunya layanan ATM perseroan.

“Sehubungan dengan pemadaman listrik yang terjadi di sebagian wilayah Jabodetabek yang mengakibatkan terganggunya sebagian layanan ATM, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut,” kata Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra.

Meski demikian, Hendra menambahkan layanan elektronik BCA, misalnya mobile banking BCA, internet banking, Klik BCA, dan aplikasi Sakuku masih berlangsung normal, dan nasabah dapat melakukan transaksi seperti biasa. Hal senada juga dialami PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100). Bank berlogo angka 46 ini mencatat saat ini hanya ada 15.000 mesin ATM perseroan yang berfungsi.

“Kami menganjurkan nasabah untuk menggunakan mesin ATM yang berada di dalam area kantor cabang BNI karena memiliki cadangan listrik yang memadai. Atau menggunakan mesin ATM yang memiliki pasokan listrik memadai misalnya, mall, restoran, bandara, atau area publik lainnya,” kata Corporate Secretary BNI Meiliana. Layanan elektronik BNI seperti mobile banking, BNI SMS, dan internet banking ditambahkan Meiliana juga masih berfungsi sebagaimana mestinya.

Berbeda dengan BCA dan BNI, Bank Mandiri memastikan layanan perbankan utama beroperasi normal karena seluruh jaringan kantor cabang Bank Mandiri memiliki genset untuk memback-up pasokan listrik. "Meski demikian, kami memperkirakan beberapa ATM yang berlokasi di luar cabang Bank Mandiri atau di gedung yang tidak memiliki genset, akan mengalami gangguan karena daya tahan baterai (UPS) hanya untuk 1-2 jam," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas.

Bank Mandiri, saat ini juga terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola-pengelola gedung untuk memastikan dan memonitoring ketersediaan pasokan listrik untuk ATM dan EDC Bank Mandiri. Untuk layanan mandiri online, lanjut Rohan, juga dipastikan tetap berjalan normal. Namun, layanan ini dapat terimbas jika jaringan seluler di lokasi nasabah terganggu.

"Kami terus memastikan bahwa layanan perbankan Bank Mandiri tetap berfungsi untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan masyarakat," ujar Rohan.
Lalu Lintas Kacau Balau

Pemadaman listrik yang terjadi di sebagian besar wilayah di Jawa menyebabkan traffic light atau lampu lalu lintas mati. Berdasarkan pantauan Tribun lampu lalu lintas di perempatan Relasi, Kebon Jeruk, Jakarta Barat mati.

Akibatnya, arus lalu lintas ruwet. Mobil, motor, dan Trans Jakarta terlihat menumpuk di tengah jalan. Pemandangan serupa juga terlihat di perempatan TPU Karet Bivak dan Pejompongan. Akibat padamnya lampu lalu lintas, kendaraan saling bergantian untuk melintas. Akibatnya, banyak kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang menumpuk di tengah.

Di perempatan Jalan Imam Bonjol, tepatnya di dekat kantor KPU Pusat. petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta ikut diterjunkan untuk mengatur lalu lintas. Volume kendaraan di wilayah tersebut terlihat cukup padat terutama dari arah Kuningan menuju ke arah Taman Menteng.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipastikan dalam kondisi normal walau ada pemadaman listrik massal. Kondisi operasional layanan pun tidak ada yang terganggu, baik untuk layanan penerangan dan sistem komputerisasi di Terminal maupun di sisi udara (air side).

Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman. Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan, sistem kelistrikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipasok empat gardu listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), lalu disalurkan ke main power system (MPS) milik PT Angkasa Pura II (Persero).

Keempat gardu listrik itu yakni Jakarta Internasional Airport Cengkareng (JIAC) atau Gardu Induk Cengkareng I dan Gardu Induk Cengkareng II serta Gardu Induk Teluk Naga Tangerang dan Gardu Induk Tangerang lama. Selain itu seluruh kebutuhan kelistrikan pun di backup genset serta UPS.

“Sempat terkena dampak gangguan dari PLN. Tetapi langsung terbackup oleh 17 genset. Sehingga kebutuhan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta aman terkendali. Kondisi operasional normal, tak ada layanan yang terganggu,” ujar Febri. (Tribun Network/ard/fik/rin/gle/san/wly)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved