Listrik Padam: Jokowi dan Menteri Pakai Genset
Sebagian wilayah di pulau Jawa termasuk Jabodetabek, Minggu(4/8/2019) siang mengalami pemadaman listrik massal.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Berbeda dengan BCA dan BNI, Bank Mandiri memastikan layanan perbankan utama beroperasi normal karena seluruh jaringan kantor cabang Bank Mandiri memiliki genset untuk memback-up pasokan listrik. "Meski demikian, kami memperkirakan beberapa ATM yang berlokasi di luar cabang Bank Mandiri atau di gedung yang tidak memiliki genset, akan mengalami gangguan karena daya tahan baterai (UPS) hanya untuk 1-2 jam," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas.
Bank Mandiri, saat ini juga terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola-pengelola gedung untuk memastikan dan memonitoring ketersediaan pasokan listrik untuk ATM dan EDC Bank Mandiri. Untuk layanan mandiri online, lanjut Rohan, juga dipastikan tetap berjalan normal. Namun, layanan ini dapat terimbas jika jaringan seluler di lokasi nasabah terganggu.
"Kami terus memastikan bahwa layanan perbankan Bank Mandiri tetap berfungsi untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan masyarakat," ujar Rohan.
Lalu Lintas Kacau Balau
Pemadaman listrik yang terjadi di sebagian besar wilayah di Jawa menyebabkan traffic light atau lampu lalu lintas mati. Berdasarkan pantauan Tribun lampu lalu lintas di perempatan Relasi, Kebon Jeruk, Jakarta Barat mati.
Akibatnya, arus lalu lintas ruwet. Mobil, motor, dan Trans Jakarta terlihat menumpuk di tengah jalan. Pemandangan serupa juga terlihat di perempatan TPU Karet Bivak dan Pejompongan. Akibat padamnya lampu lalu lintas, kendaraan saling bergantian untuk melintas. Akibatnya, banyak kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang menumpuk di tengah.
Di perempatan Jalan Imam Bonjol, tepatnya di dekat kantor KPU Pusat. petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta ikut diterjunkan untuk mengatur lalu lintas. Volume kendaraan di wilayah tersebut terlihat cukup padat terutama dari arah Kuningan menuju ke arah Taman Menteng.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipastikan dalam kondisi normal walau ada pemadaman listrik massal. Kondisi operasional layanan pun tidak ada yang terganggu, baik untuk layanan penerangan dan sistem komputerisasi di Terminal maupun di sisi udara (air side).
Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman. Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan, sistem kelistrikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipasok empat gardu listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), lalu disalurkan ke main power system (MPS) milik PT Angkasa Pura II (Persero).
Keempat gardu listrik itu yakni Jakarta Internasional Airport Cengkareng (JIAC) atau Gardu Induk Cengkareng I dan Gardu Induk Cengkareng II serta Gardu Induk Teluk Naga Tangerang dan Gardu Induk Tangerang lama. Selain itu seluruh kebutuhan kelistrikan pun di backup genset serta UPS.
“Sempat terkena dampak gangguan dari PLN. Tetapi langsung terbackup oleh 17 genset. Sehingga kebutuhan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta aman terkendali. Kondisi operasional normal, tak ada layanan yang terganggu,” ujar Febri. (Tribun Network/ard/fik/rin/gle/san/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lampu-padam222_20151016_084200.jpg)