Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Kerja Lembur Bisa Bahayakan Kesehatan dan Merusak Kebahagiaan

Ada beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat terlalu banyak bekerja. Bekerja berlebihan juga merusak kebahagian kita.

Editor:
IST
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Suka lembur atau nyicil pekerjaan untuk esok hari ternyata bisa membahayakan kesehatan.

Tak hanya itu, bekerja berlebihan juga merusak kebahagian kita.

Hal tersebut merupakan hasil studi yang dilakukan Malissa Clark PhD dan timnya dari University of Georgia, Amerika Serikat pada 2014.

Dilansir Mens Health, ada beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat terlalu banyak bekerja.

Di antaranya stres, lesu, depresi, lemahnya kesehatan secara fisik, dan konflik dalam dunia kerja.

Baca: Hasil Thailand Open, Ganda Campuran Cina Kandaskan Perlawanan Sengit Hafiz/Gloria

Baca: Kickboxer Sulut Rifai Mamonto KO Lawannya, 8 Atlet Lolos di Pertandingan Pertama Kejurnas Kickboxing

Baca: Rekap Hasil Thailand Open 2019 - 4 Wakil Indonesia Maju ke Perampat Final, Tak Ada Ganda Campuran

Hal itu diperkuat pernyataan ahli jantung dan Direktur Medis Pelayanan Ritme Jantung dari Salt Lake City, Utah, Dr. John Day.

Dalam website pribadinya, ia menulis ada dua risiko yang akan dirasakan orang yang bekerja berlebihan, yaitu risiko serangan jantung dan stroke.

Dr John memaparkan dua risiko tersebut berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan The Lancet pertengahan 2015 lalu.

Para peneliti menemukan risiko serangan jantung meningkat 13 persen pada orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu.

Hal tersebut hasil penelitian selama kurang lebih 8,5 tahun yang melibatkan 603.838 orang dari Amerika Serikat, Eropa, dan Australia,

Akan tetapi angka yang keluar dari penelitian yang dipublikasikan The Lancet tersebut jumlahnya lebih kecil dari penelitian yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology pada 2012.

Risiko serangan jantung bisa sampai 80 persen pada orang yang bekerja 40 jam seminggu.

Dalam studi yang sama dari The Lancet, Dr John memaparkan bahwa risiko stroke jauh lebih tinggi pada orang yang terlalu banyak bekerja.

Studi ini menunjukkan risiko seseorang terkena stroke meningkat 33 persen pada orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu.

Bahkan risiko terkena stroke juga meningkat pada orang-orang yang bekerja sekitar 40 jam seminggu.

5 alasan kenapa kerja lembur itu berbahaya

Dr John mengatakan, sebelum pada akhirnya seseorang yang terlalu banyak bekerja mengalami serangan jantung dan stroke.

Ada beberapa alasan yang memicu kedua risiko tersebut.

Berita Populer

Baca: Bahaya, Jangan Mandi di Waktu Ini, Berisiko Mengalami Kematian Mendadak

Baca: Kasus Pembunuhan Kasir Indomaret, Dipicu Hal Sepele, 2 Kali Bersetubuh Sebelum Coba Dibakar

Baca: Syahrini Ulang Tahun, Begini Potret Pesta Ulang Tahunnya yang Dihadiri Luna Maya

1. Tingkat stres meningkat

“Saya telah mempelajari bahwa ketika saya bekerja terlalu lama di rumah sakit, saya merasa lebih stres.

"Studi menunjukkan bahwa stres ini sendiri bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke sampai 40 persen,” ujar Dr John dalam tulisan di websitenya.

2. Meningkatkan tekanan darah

Baik karena berhubungan dengan pekerjaan atau karena fakta bahwa kita tidak memiliki waktu untuk menjalani gaya hidup sehat, bekerja berlebihan meningkatkan tekanan darah kita.

Sayangnya, risikonya dua kali lebih tinggi ketika kita kerja terlalu banyak atau terlalu lama.

3. Makan terlalu banyak dan kurang olahraga

Wajar bila kita bekerja terlalu lama di kantor kita akan makan lebih banyak, khususnya ketika teman kantor ada yang membawa makanan atau camilan.

Waktu untuk berolahraga juga sedikit.

Selain itu, dalam sebuah penelitian medis, orang yang bekerja terlalu lama, pola makannya biasanya cenderung kurang sehat.

4. Risiko diabetes

Karena pilihan makanan yang tidak sehat saat bekerja, seseorang yang sering bekerja berlebihan lebih berisiko terkena diabetes.

Diabetes adalah salah satu faktor risiko yang paling kuat tidak hanya untuk serangan jantung dan stroke, tapi juga dementia atau pikun.

5. Jam kerja yang lama menyebabkan depresi

Meskipun ada orang yang berkembang dan menikmati jam kerja yang lama, banyak orang yang merasa tidak senang ketika pekerjaan mendominasi hidup mereka.

Jam kerja yang lama atau panjang bisa meningkatkan peluang seseorang menderita depresi. Depresi sendiri merupakan salah satu faktor risiko kuat untuk penyakit jantung.

5 tanda peringatan Anda terlalu banyak bekerja

Kepada Mens Health, Malissa Clark memaparkan beberapa tanda peringatan bahwa kita sudah terlalu banyak bekerja, atau bekerja berlebihan.

  • Bila tanda-tanda ini sudah muncul, berarti sudah waktunya mengurangi jam kerja:
  • Tidak bisa menikmati waktu senggang atau hari libur tanpa kecemasan dan rasa bersalah.
  • Pekerjaan yang dikerjakan sebenarnya tidak selesai atau hanya sedikit yang benar-benar selesai.
  • Mata lelah dan penglihatan terganggu.
  • Keluarga mengeluhkan tentang jadwal kerja.
  • Kamu menjadi orang yang paling terakhir berada di kantor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 5 Bahaya Kerja Lembur Bagi Kesehatan Kita

Berita Populer

Baca: Bahaya, Jangan Mandi di Waktu Ini, Berisiko Mengalami Kematian Mendadak

Baca: Kasus Pembunuhan Kasir Indomaret, Dipicu Hal Sepele, 2 Kali Bersetubuh Sebelum Coba Dibakar

Baca: Syahrini Ulang Tahun, Begini Potret Pesta Ulang Tahunnya yang Dihadiri Luna Maya

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved