Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Tembak Polisi

Rupanya Ini Alasan Bripka Rachmat Efendy Paksa Lakukan Ini hingga 7 Peluru Bersarang di Tubuh

Seorang Polisi berpangkat Bripka Rachmat Effendy tewas ditembak dengan 7 peluru oleh oknum Polisi Brigadir Rangga Tianto.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
kolase tribunmanado.co.id/istimewa/KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA
Polisi Tembak Polisi, Terungkap Firasat Tak Enak Apa yang Dirasakan Istri Bripka Rachmat: Tak Usah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang Polisi berpangkat Bripka Rachmat Effendy tewas ditembak dengan 7 peluru oleh oknum Polisi Brigadir Rangga Tianto.

Kejadian penembakan ini dipicu karena Brigadir Rangga, tak menerima pelaku tawuran yang adalah saudaranya diamankan oleh Bripka Rachmat Effendy.

Brigadir Rangga selaku pamannya meminta pelaku tawuran dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka Rachmat Efendy.

Namun banyak tak tau alasan Bripka Rachmat Effendy mengamankan pelaku tawuran berinisial FZ ke Mapolsek Cimanggis, Kamis (25/7/2019) malam lalu.

Saat mengamankan FZ berikut barang bukti celurit ke Polsek Cimanggis, Kamis malam.

Bripka Rachmat Effendy sempat memostingnya di Grup WA rekan kerjanya di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Hal itu diungkapkan Kepala Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji, atasan langsung Bripka Rachmat Effendy.

"Karena itu saya sempat tanya ke Rachmat Effendy bagaimana bisa tawuran dan kenapa diamankan ke kantor polisi," kata Sumardji kepada Wartakotalive, Sabtu (27/7/2019).

BERITA TERPOPULER: Tersinggung Ucapan Billy Syahputra, Tessa Mariska Ngamuk, Singgung Almarhum Olga?

BERITA TERPOPULER: ZODIAK Hari Ini Minggu 28 Juli 2019, Scorpio Akan kehilangan Kesempatan

BERITA TERPOPULER: Kakak Kandung Setubuhi Adiknya Hingga Miliki 2 Anak: Saya Tidak Mampu Lagi Menahan Nafsu

Saat itu, kata Sumardji, ada sejumlah tujuan dan alasan yang dikatakan Bripka Rachmat Effendy kepadanya.

Pertama, katanya, Rachmat Effendy ingin mengamankan atau menyelamatkan si pelaku tawuran itu dari amukan warga yang kesal dan marah karena aksi tawuran.

"Kalau anak itu tidak dibawa Rachmat Effendy ke Polsek Cimanggis, dia bisa dikeroyok dan dihajar massa atau warga di sana," ungkap Sumardji.

Kalau si pelaku tawuran itu tidak diamankan dan dibawa Bripka Rachmat Effendy ke Polsek Cimanggis, papar Sumardji, ia bisa dihajar massa dan warga di sana.

Karena, warga sudah geram dan kesal dengan aksi tawuran sekelompok anak muda itu.

"Silakan Anda cek ke lapangan, karena ini fakta yang terjadi sebelumnya," cetus Sumardji.

Kedua, lanjut Sumardji, Bripka Rachmat Effendy ingin memberi rasa aman ke masyarakat, sekalIgus memberikam pelajaran dan pemahaman ke warga.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved