Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Terkini

Pemuda Pilih Gantung Diri-diri, Gara-gara Ditolak Cinta Janda Cantik: Saya Minta Maaf ya Mbak

Agus Suprayitno ditemukan tewas di teras TK Sendangsari II, beserta surat yang ditinggalkan pada Kamis (25/7/2019) pagi

Editor: Rhendi Umar
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi gantung diri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan peristiwa gantung diri yang menewaskan seorang pemuda.

Menariknya pemuda tersebut sering menyebut nama Mbak Ida, PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), dan orang tua. 

Surat yang ditulis pemuda gantung diri itu menyisakan tanda tanya, termasuk motif dirinya gantung diri. 

Agus Suprayitno ditemukan tewas di teras TK Sendangsari II, beserta surat yang ditinggalkan pada Kamis (25/7/2019) pagi.

Korban Agus Suprayitno dan surat yang ditinggalkannya berisi permintaan maaf untuk sejumlah orang, Kamis (25/7/2019)
Korban Agus Suprayitno dan surat yang ditinggalkannya berisi permintaan maaf untuk sejumlah orang, Kamis (25/7/2019) (Istimewa)

Berikut cerita Agus Suprayitno ditemukan tewas gantung diri menurut keterangan kakak korban. 

1. Bunuh diri dengan tali dan motor 

Agus Suprayitno adalah warga Desa Sendangrejo Kecamatan Lamongan Kota. 

Korban ditemukan menggantung dengan tali warna biru yang diikatkan pada belandar teras lembaga pendidikan untuk anak TK tersebut.

BERITA TERPOPULER: Siswi SD Rela Dijual Tantenya, Uangnya untuk Biaya Daftar Sekolah

BERITA TERPOPULER: ZODIAK Hari Ini Jumat 26 Juli 2019, Cancer Punya Perilaku Aneh Tidak Akan Cocok Dengan Banyak Orang

BERITA TERPOPULER: KRONOLOGI, Oknum Polisi Tembak Anggota Polri hingga Tewas, Berawal dari Penangkapan Pelaku Tawuran

Sementara di samping korban ditemukan meninggal itu, ada sepeda motor yang setiap hari dipakai sebagai sarananya bekerja, parkir dengan standar tegak.

2. Motor diduga sebagai alat bantu 

Diduga sepeda motor itu dinaiki korban untuk proses mengikat lehernya dan mengaitkannya pada belandar teras sekolah dan menjatuhkan diri hingga tergantung.

Posisi korban menggantung sebenarnya hampir menyentuh lantai, jarak kaki dengan lantai hanta sekitar 10 centimeter.

Korban dievakuasi oleh anggota Kanit Reskrim Polsek Kota didampingi sejumlah anggota dan pegugas Puskesmas Lamongan, H Chotib.

Menurut Kanit Reskrim, Ipda Amin, tidak ada tanda - tanda penganiayaan di tubuh korban.

"Murni bunuh diri," kata Amin

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved