Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabupaten Bolmong

Tetap Tanam Cengkih Meski Tak Untung, Alasan Pria Ini Mengharukan

Sambil menatap tanaman cengkih miliknya yang sementara dijemur, ingatan Minggu, petani cengkih dari Bolmong, menerawang ke belasan tahun silam.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Arthur Rompis
Cengkih 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sambil menatap tanaman cengkih miliknya yang sementara dijemur, ingatan Minggu, petani cengkih dari Bolmong, menerawang ke belasan tahun silam.

Minggu berasal dari Modayag, tapi menjemur cengkihnya di Lolak.

"Saya teringat Gusdur," kata dia kepada Tribun Manado Rabu (10/7/2019) di Desa Lolak 2.

Ceritanya di masa Gusdur, petani cengkih pernah jaya. Sekilonya pernah menyentuh 200 ribu.

"Tapi kini hanya 70 ribu, bahkan 69 ribu," kata dia.

Baca: Satu Orang Ditetapkan Tersangka, Masih Ada Penyebar Foto Diduga Menghina Jokowi Yang Diburu Polisi

Baca: Monika Ni Kadek Dwiyani - Polwan Cantik Yang Mengutamakan Pelayanan Kepada Masyarakat

Baca: Ketua Bikers Subuhan Manado Terima Penghargaan Dari Polda Sulawesi Utara

Baca: Pesulap Bernama Pak Tarno Menikah Dengan Pramugari Cantik, Ini Kisahnya

Baca: Masa Kecil Pak Tarno Memilukan, Dia Hidup Sendiri, Ayahnya Meninggal Dunia, Bagaimana Dengan Ibunya

Sebutnya dengan harga segitu, ia hanya untung sedikit.

Biaya tersedot untuk bayar pekerja.

"Untung saya paling hanya 20 persen, sangat sedikit," beber dia.

Jika ia masih mengelola cengkih, lebih karena masalah idealisme.

Baca: Dirjen Imigrasi dan Kuasa Hukum Ketua FPI Bilang Begini soal Kepulangan Rizieq Shihab

Baca: Dikabarkan Gagal Rujuk Dengan Aming, Evelyn Bingung Mantan Suami Tiba-tiba Menghilang

Baca: Diancam Bawahan Lapor ke Presiden, Gubernur Sumut Malah Tertawa

Baca: TMMD ke 105 Akan Dilaksanakan Selama 30 Hari, TNI Bersama Rakyat Akan Bangun Ini

Dirinya ingin mempekerjakan para anak muda pengangguran di desa tersebut.

"Pekerja saya 12 orang, semuanya pengangguran, jadi saya pekerjakan, kasihan, upahnya 100 ribu perhari," beber dia.

Ia mengaku hatinya tenang melihat para pemuda desa bisa bekerja dan terhindar dari hal hal negatif.

Alasan lainnya berbau romantisme.

"Ini pohon warisan orang tua, biar tidak membawa untung harus dijual, daripada dibiarkan," kata dia.

Anggota DPRD Bolmong Robby Giroth meminta Pemkab Bolmong mencari solusi bagi petani cengkih.

Kadis Perdagangan Bolmong George Tanor mengatakan Pemkab Bolmong sudah membawa masalah petani cengkih ke provinsi.

"Sudah kami laporkan ke provinsi," kata dia.

Menurut dia, masalah harga cengkih menyangkut pasar. (art)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved