Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Daerah Sulut

Proyek Jalan Asal Asalan, Wabup Bolmong Nyaris Jadi Korban Lakalantas

Pengerjaan jalan trans sulawesi di jembatan Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolmong membahayakan pengguna jalan.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Pengerjaan jalan trans sulawesi di jembatan Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolmong membahayakan pengguna jalan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengerjaan jalan trans sulawesi di jembatan Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolmong membahayakan pengguna jalan.

Pasalnya, tak ada  papan peringatan.

Hal itu membuat pengguna jalan yang lewat di waktu malam tidak bisa mendeteksi lubang hasil kupasan jalan.

Wakil Bupati Bolmong Yanni Tuuk jadi korbannya. Mobil yang ditumpanginya oleng kemudian nyaris menabrak dinding jembatan Senin (1/7) malam.

Beruntung Yanni berhasil mengendalikan mobil tersebut.

"Ini harus menjadi perhatian penting oleh kontraktor dan Balai Jalan."

Baca: Ingin Tema WhatsApp Kamu Lebih Keren dan Menarik untuk Digunakan, Simak Begini Cara Gantinya

Baca: Joe Taslim Masuk Kategori Pria Tertampan di Dunia, Bersaing Dengan Robert Pattinson dan Liam Payne

Baca: Sulut United Sukses Raih 3 Poin di Klabat, ini Kata Herry Kiswanto

"Seharusnya ada papan pemberitahuan, sehingga pengemudi akan berhati-hati saat melewati akses jalan tersebut. Banyak juga jalan yang diperbaiki sepanjang Jalan Trans."

"Tetapi disitu ada papan pemberitahuan, sehingga pengemudi akan melewati secara perlahan-lahan dan berhati-hati. Kalau begini, dapat berdampat kecelakaan," jelas Tuuk.

Ia menegaskan, jika satu waktu terjadi kecelakaan pada lokasi tersebut maka pihak kontraktor dan Balai Jalan harus bertanggung jawab.

"Tetapi perlu diketahui biar akan dipertanggung jawabkan, nyawa seseorang itu tidak dapat diganti dengan nilai proyek yang dikerjakan."

"Intinya, nyawa manusia tidak bisa di bayar. Untuk itu, kejadian ini harus diperhatikan."

"Sayapun merasahkan akan kejadian tersebut. Dimana hampir terjadi kecelakaan," tegasnya.

Pantauan Tribun Manado saat berada di lokasi di siang hari, tidak ada sama sekali pekerjaan.

Dan terlihat jelas tidak ada papan pemberitahuan di lokasi tersebut.

Mobil yang melewati akses jalan secara perlahan-lahan, karena pada lokasi jembatan, jalannya telah menurun sekira 8 cm atau lebih karena aspalnya telah dikupas.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved