Sengketa Pilpres 2019
Profil Prof Eddy OS Hiariej, Saksi Ahli TKN di Sidang MK: Pernah Gagal Masuk Fakultas Hukum UGM
Prof Eddy OS Hiariej adalah guru besar Universitas Gadjah Mada ( UGM). Dia adalah saksi ahli dari Tim Hukum TKN 01 Jokowi-Maruf
Penulis: Reporter Online | Editor: Rhendi Umar
Sumpah, semalam setelah mendengar ceramah ilmiah Prof Eddy...mimpi jadi akademisi saya panas lagi. Sekolah lagi ah...@DonaldOkta
Terimakasih prof, kuliah gratisnya, meskipun ai anak Fikom. Suwun sing akeh #profeddy @VinoSinaga
Idola baru setelah prof @mohmahfudmd nih...
Penjelasannya lugas, jelas, detail...
Kapan gw bs paham hukum yg bener² bener seperti itu #profeddy @mefunnie
Makan nya apa to proffff pinter bgt uu ampe tahun tahun nya khatam #profeddy @YanuariEri
Siapa Eddy OS Hiariej?
Menyadur dari www.hukumonline.com berikut profilnya:
Eddy OS Hiariej sudah hampir 10 tahun mondar-mandir di pengadilan untuk berbicara sebagai ahli.
Pemilik nama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej ini pernah menjadi saksi meringankan dalam pemeriksaan Denny Indrayana, mantan wakil Menteri Hukum dan HAM RI.
Eddy merupakan Guru Besar Hukum Pidana pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Yogyakarta.

Ia meraih gelar tertinggi di bidang akademis tersebut dalam usia yang terbilang masih muda.
Sebagai perbandingan, bila Hikmahanto Juwana mendapat gelar profesor termuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) di usia 38 tahun.
Eddy mendapatkan gelar profesornya di usia 37 tahun dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Saat SK guru besar saya turun, 1 September 2010, saya berusia 37 tahun. Waktu mengusulkan umur 36,” tutur pria kelahiran 10 April 1973 ini.
Baca: Jenazah Karyawan Pabrik Macis yang Terbakar Bertumpuk di Antara Puing-puing
Baca: PROFIL HAKIM MK Suhartoyo Beber Dua Saksi Ilegal Kubu 02, Percaya Kebenaran Akan Datang Sendirinya
Baca: Inilah Profil Eddy Doktor Hukum Termuda, Membedah Gugatan 02, Pernah Dihadirkan dalam Kasus Ahok
Mendapat kesempatan menemui Eddy di ruang kerjanya pada Sabtu pagi yang cerah di bulan Mei lalu, Eddy bercerita kepada hukumonline.
Gelar profesor dapat ia raih di usia muda tak lepas dari pencapaiannya menyelesaikan kuliah program doktoral yang ditempuhnya dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan kebanyakan mahasiswa lain.