Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Iran Tembak Jatuh Drone, AS Kirim 1.000 Tentara: Di Ambang Perang Timur Tengah

Pasukan Garda Revolusi Iran, Kamis (20/6/2019), menembak jatuh sebuah drone milik Amerika Serikat. Garda Revolusi

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kompas.com
Drone predator milik militer AS 

Shanahan mengungkapkan, serangan terbaru Iran sesuai dengan laporan intelijen berisi ancaman dari mereka dan kelompok pendukungnya terhadap AS dan kepentingannya di seluruh kawasan.

Dalam rilis resminya dikutip AFP, Pentagon menyebut Iran pelakunya berdasarkan fakta dibutuhkan kecakapan untuk mencabut ranjau tempel yang tidak meledak. Pekan lalu, Pentagon juga merilis video dan gambar hitam putih tentang serangan yang sama. Namun tak memberi penjelasan mengapa tuduhan itu diambil.

Teheran dengan tegas menolak tuduhan AS yang mereka sebut tidak memberikan bukti kuat keterlibatan mereka dalam serangan di dekat Selat Hormuz itu.

Meski AS dan Inggris mengklaim memperoleh bukti intelijen, negara seperti Jerman mendesak adanya bukti lebih kuat sebelum konflik semakin meluas di kawasan.

Sebelum Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman

Seorang pejabat Amerika Serikat ( AS) kembali memberikan temuan terkait serangan terhadap dua kapal tanker yang terjadi di Teluk Oman.

Pejabat anonim itu memaparkan, militer Iran ternyata sempat menyadari terdapat drone AS yang tengah terbang beberapa jam sebelum serangan berlangsung.

Baca: Jelang MotoGP Belanda 2019 - Terjatuh di Sirkuit Catalunya, Valentino Rossi Mengaku Temukan Hal Ini

Diwartakan CNN Sabtu (15/6/2019), Iran bereaksi dengan menembakkan rudal darat-udara. Namun rudal itu meleset dan jatuh ke air, imbuh pejabat itu.

Dihujani tembakan, pejabat anonim itu mengungkapkan pesawat nirawak MQ-9 Reaper itu kemudian merekam momen ketika kapal Iran mendekati kapal tanker.

Namun, sumber itu tidak memberikan detil apakah drone itu merekam pasukan Iran tersebut melakukan serangan ke kapal tanker Front Altair dan Kokuka Courageous. Meski begitu, pejabat itu mengklaim itu adalah bukti pertama Washington mempunyai informasi pertama soal pergerakan Iran dalam insiden itu Teluk Oman.

Pejabat itu melanjutkan, beberapa hari sebelumnya drone Reaper mereka ditembak jatuh di Laut Merah menggunakan rudal yang diyakini berasal dari Houthi.

Sumber itu membeberkan, Iran tidak terpikir untuk mengendur ketika kapal kecil mereka mengadang kapal tunda yang bertugas menarik tanker yang mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Pentagon melalui Komando Sentral AS merilis video dan gambar yang memperlihatkan kapal patroli Iran melepas benda seperti ranjau dari lambung kapal.

Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan mengatakan AS bakal bekerja untuk membangun konsensus internasional bahwa Iran adalah dalang serangan itu.

"Saya yakin Jenderal McKenzie (Komandan Komando Sentral AS) mempunyai sumber daya dan dukungan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan misi," terang Shanahan.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved