Iran Tembak Jatuh Drone, AS Kirim 1.000 Tentara: Di Ambang Perang Timur Tengah
Pasukan Garda Revolusi Iran, Kamis (20/6/2019), menembak jatuh sebuah drone milik Amerika Serikat. Garda Revolusi
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TEHERAN - Pasukan Garda Revolusi Iran, Kamis (20/6/2019), menembak jatuh sebuah drone milik Amerika Serikat. Garda Revolusi mengatakan, drone yang ditembak jatuh itu adalah jenis RQ-4 Global Hawk yang sedang terbang di atas wilayah udara Iran.
Namun, seorang pejabat AS kepada kantor berita Associated Press mengatakan, drone itu ditembak jatuh saat terbang di ruang udara internasional di atas Selat Hormuz.
Komandan Garda Revolusi Hossein Salami mengatakan, penembakan drone itu menjadi pesan bahwa Iran akan mempertahankan perbatasannya.
Baca: Ini Fakta soal Pendaftaran CPNS 2019 di Kemenag RI Melalui Blog dan Facebook
"Kami menegaskan tidak ingin berperang tetapi kami siap merespon setiap pernyataan perang," kata Salami seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Sebelumnya, militer AS menuding Iran telah menembakkan misil ke arah sebuah drone pekan lalu yang merespon serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.
Seperti diketahui, AS menuding Iran menjadi dalang serangan terhadap kedua tanker itu. Teheran membantah keterlibatannya dalam insiden tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah memanasnya relasi antara AS dan Iran menyusuk keputusan Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran setahun lalu. Penerapan kembali berbagai sanksi terhadap Iran amat memukul perekonomian Iran yang sudah terpuruk.
Selain itu, Washington juga memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah sebagai bentuk "tekanan maksimal" terhadap Teheran.
Pengerahan sebuah gugus tugas yang diperkuat kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke kawasan Teluk memicu kekhawatiran munculnya konflik baru di wilayah itu.
AS Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah
Amerika Serikat ( AS) mengumumkan mereka mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah sebagai bentuk respon atas "perilaku bermusuhan" Iran. Kebijakan itu muncul setelah Pentagon merilis bukti baru keterlibatan Iran dalam serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman pada pekan lalu.
Baca: Sempat Pegang Tangan Suami, Yeni Hilang Terseret Arus di Parit
Dilansir Sky News Senin (17/6/2019), bukti berupa gambar itu menunjukkan pasukan Garda Revolusi Iran berada di balik serangan yang membuat harga minyak melonjak.
Gambar yang diklaim diambil dari helikopter Angkatan Laut AS itu memperlihatkan pasukan Iran mencabut ranjau dari lambung kapal Kokuka Courageous.
Sementara foto lain menunjukkan lubang besar di bagian sisi kapal berbendera Jepang itu di mana AS menyatakan disebabkan oleh ranjau yang meledak.
"Saya mengizinkan pengiriman 1.000 tentara untuk menangkal ancaman darat, laut, dan udara di Timur Tengah," ujar Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/drone-predator-as.jpg)