Informasi Kesehatan
Perbedaan Penyakit Asam Urat dan Rematik, Lengkap dengan Gejala, Penyebab & Tips Mencegahnya
Asam urat dan rematik menyebabkan rasa nyeri pada sendi-sendi tubuh. Asam urat muncul karena terlalu banyaknya kadar asam (uric acid) pada tubuh.
Penulis: Reporter Online | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Asam urat dan rematik adalah dua penyakit yang berbeda namun kerap dianggap sama
Anggapan tersebut muncul lantaran gejala asam urat serti rematik memang hampir sama.
Asam urat dan rematik menyebabkan rasa nyeri pada sendi-sendi tubuh. .
Dua penyakit ini pun termasuk dalam kategori penyakit nyeri sendi..
Melansir dari hellosehat, perbedaan mendasarnya adalah pada penyebabnya, Rabu (27/3/2019).
Asam urat muncul karena terlalu banyaknya kadar asam (uric acid) pada tubuh.
Zat asam urat kemudian menumpuk dan menjadi timbunan kristal. Ujungnya, penderita akan merasakan peradangan.
Rematik atau dalam bahasa medis disebut rheumatoid arthritis adalah penyakit autoinum yang menyebabkan sendi-sendi menjadi kaku dan meradang.
Rematik disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan tubuh sehat.
Serangan yang 'keliru' ini menyebabkan lapisan tipis sel menutupi persendian dan akhirnya sendi akan meradang dan bengkak.
Lapisan tersebut juga melepaskan bahan kimia yang kemudian merusak tulang rawan dan tulang dalam sendi.
Gejala Asam Urat
Gejala yang dirasakan penderita asam urat di antaranya nyeri sendi, terutama di jempol kaki, yang kemudian merambat ke persendian kaki.
Asam urat tidak hanya menyerang bagian bawah tubuh tapi biasanya juga terasa di sendi tangan.
Baca: Air Kencing Anda Berbusa? Hati-hati Bisa Jadi Anda Mendapat Gejala Penyakit Ini
Baca: Kantor Imigrasi Periksa 42 Tentara AS Yang Tiba di Manado
Baca: Cristiano Ronaldo Akan Pensiun Jika Mengalahkan Jumlah Gol 5 Pemain ini, Bukan Lionel Messi
Baca: Gugatan Jerry Sambuaga Dikabulkan, KPU Minsel Harus Hitung Ulang Perolehan Suara
Baca: Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Orang dengan Modus Kawin Kontrak dengan WNA
Baca: Penerimaan CPNS dan PPPK Tahun 2019 Segera Dibuka, Cek Formasi dan Persyaratannya
Baca: Catat Sejarah di Sulawesi Utara, 3 Koruptor Menangi Hati Rakyat di Pilkada
Baca: Cerita Panjang Ustaz Abdul Somad Batal Jadi Cawapres Prabowo, Bertemu hingga Beri Hadiah: Saya Bisa
Gejalanya tidak dapat diprediksi dan sering terjadi di tengah malam.
Penyebab asam urat tidak lain karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin.
Purin merupakan suatu zat kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh.
Zat ini juga terkandung dalam beberapa jenis makanan.
Masih melansir dari hellosehat, saat seseorang mengonsumsi makanan berpurin, tubuh akan mengolahnya jadi asam urat.
Dengan kata lain, semakin banyak asupan makanan yang mengandung purin, maka risiko penyakit asam urat pun semakin besar.
Cara mengatasi asam urat sebenarnya cukup mudah bila Anda tidak 'bandel' soal memilih asupan makanan.
Pilihlah makanan yang rendah purin semisal pisang, seleda, peterseli, kol merah, kubis, paprika mesh, dan buah asam.
Melansir dari Kompas.com, ada juga beberapa makanan yang bisa menurunkan asam urat. Di antaranya buah beri (bluberi, stroberi), tahu, dan minyak zaitun.
Baca: SEDANG BERLANSUNG Live Streaming Sidang Gugatan Sengketa Pilpres di MK, Tonton Via HP
Gejala Rematik
Gejala yang umunya dirasakan penderita rematik adalah nyeri dan kakunya sendi yang biasa terjadi di pagi hari setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama.
Sendi yang terkena itu akan memerah, bengkak, hingga hangat saat disentuh.
Adapun gejala lainnya yaitu mata gatal atau perih, merasa lemas, lesu, tak bertenaga, demam, serta nafsu makan turun drastis.
Untuk mengatasi rematik, penderita bisa mengonsumsi obat, terapi, dan olahraga.
Berikut deretan penyebab asam urat:
1. Makanan dan minuman
Penyebab asam urat yang pertama adalah konsumsi makanan yang memiliki kadar purin tinggi seperti jeroan (hati, ampela, paru, usus), makanan laut (kepiting, kerang, udang, cumi) dan daging merah.
Selain jenis makanan tersebut, minuman manis dan alkohol juga dapat menyebabkan peningkatan asam urat.
2. Obat-obatan
Penyebab asam urat yang kedua adalah konsumsi obat tertentu.
Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan peningkatan asam urat, misalnya obat diuretik (obat yang berfungsi untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh) serta aspirin.
Proses penyembuhan cidera atau operasi, serta kondisi medis tertentu juga bisa jadi penyebab asam urat.
3. Kelebihan Berat Badan
Penyebab asam urat yang ketiga adalah kelebihan berat badan.
Hal ini bisa membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat, sehingga kadarnya dapat melonjak di dalam tubuh.
Kondisi ini akan membuat ginjal kesulitan untuk membuang asam urat dari tubuh.
4. Riwayat keluarga
Penyebab asam urat yang terakhir adalah keturunan.
Jika ada salah satu atau beberapa anggota keluarga memiliki masalah asam urat, maka risiko Anda mengalami masalah yang sama pun dapat meningkat.
Jadi, makanan penyebab asam urat sejatinya merupakan makanan yang tinggi purin. Berikut klasifikasinya.
Makanan penyebab asam urat dengan kandungan purin tinggi:
- Jerohan (otak, hati, usus, limpa, dll)
- Ekstrak daging atau kaldu daging
- Daging bebek
- Ikan sarden
- Ikan Makarel
- Kerang
Makanan penyebab asam urat dengan kandungan purin sedang:
- Daging sapi
- Ikan laut (kecuali sarden dan makarel)
- Daging Ayam
- Udang
- Tahu dan Tempe
Baca: Yuk Ikut Penarikan Undian Tridjaya Motor, Berhadiah TV LED 40
Pengobatan Penyakit Asam Urat
Jika dipastikan menderita asam urat tinggi, maka beberapa langkah pengobatan berikut ini biasanya akan diresepkan oleh dokter:
Tujuan pengobatan dengan obat asam urat adalah untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah serta mencegahnya untuk kambuh kembali.
Sebagai pereda nyeri beberapa obat biasanya akan diresepkan seperti colchicine, OAINS (obat anti-inflamasi nonsteroid), dan obat-obatan golongan steroid.
Untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah dokter biasanya akan meresepkan obat penurun kadar asam urat contohnya allopurinol.
Agar asam urat tak kambuh lagi konsumsi makanan rendah kalori, jaga berat badan ideal, hindari makanan kadar asam urat tinggi seperti jeroan, biji melinjo atau yang lainnya.
Asam urat bukan termasuk penyakit berbahaya walaupun menimbulkan rasa nyeri yang menyiksa. Namun jika tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan komplikasi beberapa penyakit sebagai berikut:
- Penderita mengalami nyeri menyengat akibat timbul benjolan keras efek lanjutan dari radang.
- Sendi bisa makin sakit dan rusak yang disebabkan radang
- Makin banyak benjolan muncul dalam sendi dan mengganggu fungsi tulang rawan
- Tulang sendi juga tidak sinkron dalam bekerja dengan bagian tulang lain sehingga bisa rusak akibat asam urat tidak segera diobati
- Dampak lanjutan bisa mengganggu fungsi ginjal dengan munculnya batu ginjal efek endapan kadar asam urat dan kalsium yang tinggi.
- Oleh karena itu jika penderita mengalami gangguan kesehatan akibat kadar asam urat tinggi sebaiknya segera diobati sebelum muncul gangguan komplikasi seperti di atas.
Berita Ini diKompilasi dari Berbagai Sumber
Follow Facebook: