Sejarah

Kisah Soekarno, Mulai Perjalanan Hidup hingga Penghargaan Diraih Bung Karno

ayahnya mengganti nama Kusno menjadi Soekarno karena kondisinya sakit-sakitan pada usia sekitar 11 tahun.

Kisah Soekarno, Mulai Perjalanan Hidup hingga Penghargaan Diraih Bung Karno
Net
Presiden Soekarno 

Namun, kondisi ini tidak berjalan mulus. Pihak Belanda ingin kembali menguasai Indonesia.

Belanda melakukan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947.

Berbagai tempat vital berusaha dikuasai oleh Belanda. Ibu Kota Negara kemudian dipindahkan sementara ke Yogyakarta.

Soekarno-Hatta beserta keluarga bertolak ke Yogyakarta melalui kereta.

Pada 19 Desember 1948, Belanda membombardir Yogyakarta. Aset vital diserang dan dijarah. Aksi ini merupakan Agresi Militer Belanda ke II.

Soekarno dan Hatta diasingkan ke Bangka, setelah sebelumnya Sjafruddin Prawiranegara meminta soekarno membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat.

Tujuannya, untuk mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menyelamatkan pemerintahan indonesia.

Setelah peristiwa tersebut, berbagai perjanjian telah ditempuh oleh pihak Indonesia kepada PBB maupun Belanda.

Akhirnya, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Hatta kembali memimpin Indonesia.

Perjalanan kepemimpinan Soekarno diwarnai kemelut pada 1965. Berbagai isu mengenai Dewan Jenderal dan Dewan Revolusi memengaruhi orang-orang di sekitar Soekarno.

Pada 30 September 1965, jenderal-jenderal Angkatan Darat diculik.

Situasi saat itu genting. Mayor Jenderal Soeharto melakukan tindakan penumpasan terhadap gembong penculikan jenderal yang disinyalir dilakukan oleh PKI.

Pada 11 Maret 1966, Soekarno menandatangani surat perintah kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Surat itu dikenal dengan Supersemar.

Setelah peristiwa itu, kondisi Soekarno menjadi terjepit. Secara tidak langsung, Soekarno telah memberikan mandat kekuasaanya kepada Soeharto.

Pada sidang MPRS 22 Juni 1966, Soekarno diminta bertanggung jawab atas peristiwa G30S.

Pidato Soekarno pada sidang MPRS ditolak. Akhirnya pada 12 Maret 1967, Soekarno turun dari jabatan Presiden.

Pada 21 Juni 1970, sang Proklamator menghembuskan nafas terakhirnya.

Secara ringkas, berikut infografik Soekarno

PERJALANAN KARIER: 

Pemerintahan:

- Presiden RI (bersama Bung Hatta mewakili Bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Negara Indonesia (1945)
- Presiden RI (1947)
- Presiden RI (1966)
- Presiden RI (1967)

Kegiatan lain:

- Pendiri Algemeene Studieclub 
- Pendiri (Bersama MR.Ishak,Dr.Ciptomangunkusumo, Mr.Budiarto, Mr.Sunaryo dan MR.Sartono Partai Nasional Indonesia (PNI) (1927) 
- Pendiri, bersama Ki Hadjar Dewantara, KH.Moh Mansyur dan Bung Hatta Putera (Pusat Tenaga Rakyat) (1943) 
- Memberikan Pidato pidato di depan Sidang PPPKI, dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila (1945) 

Baca: Kisah Rumah Warisan Soekarno di Tikala, Penyebar Semangat Nasionalisme di Sulut

Penghargaan:

- Bapak Pancasila 
- Gelar Pahlawan Proklamasi 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1951) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Far Eastern University Manila, Filipina (1951) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Karlova University Praha, Cekoslowakia (1956) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Beograd University Beograd, Yugoslavia (1956) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Lomonosov University Moskow, Uni Soviet (1956) 
- Doktor HC dalam Ilmu Teknik Ilmu Teknik Berlin University West Berlin, Jerman Barat (1956) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Mc Gill University Montreal,Canada (1956) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Michigan University Michigan, USA (1956) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Columbia University New York, USA (1956) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Brazil University Rio de Janeiro, Brasil (1959) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Warsaw University Warsawa, Polandia (1959) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Istambul University Istambul, Turki (1959) 
- Doktor HC dalam Ilmu Sosial & Politik Ilmu Sosial & Politik La Paz University La Paz, Bolivia (1960) 
- Doktor HC dalam Ilmu Mesin Ilmu Mesin Budapest University Budapest, Hongaria (1960) 
- Doktor HC dalam Ilmu Filsafat Ilmu Filsafat Al Azhar University Kairo, Arab Saudi (1960) 
- Doktor HC dalam Ilmu Politik Ilmu Politik Bucharest University, Bukarest, Rumania (1960) 
- Doktor HC dalam Ilmu Politik Ilmu Politik Sofia University Sofia,Bulgaria (1960) 
- Doktor HC dari Ilmu Teknik Ilmu Teknik Institut Teknologi Bandung Indonesia (1962) 
- Doktor HC dalam Ilmu-Ilmu Pengetahuan Hukum, Politik dan Hubungan Internasional Ilmu-Ilmu Pengetahuan Hukum, Politik dan Hubungan Internasional Universitas Hasanudin Ujungpandang (1963) 
- Doktor HC dalam Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia Jakarta (1963) 
- Doktor HC dalam Ilmu Sejarah Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran Bandung (1964) 
- Doktor HC dalam Ilmu Ushuluddin jurusan Da'wah Ilmu Ushuluddin jurusan Da'wah IAIN Jakarta (1964) 
- Doktor HC dalam Ilmu Pengetahuan Politik Ilmu Pengetahuan Politik Pyongyang University Pyongyang, Korea Utara (1964) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum University of The Philippines Manila (1964) 
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Royal Khmer University Phnom Penh, Kamboja (1964) 
- Doktor HC dalam Falsafah Ilmu Tauhid Falsafah Ilmu Tauhid Universitas Muhammadiyah Jakarta (1965) 
- Lencana Tunas Kencana Presiden RI, BJ Habibie (1999) 

KLIK TAUTAN AWAL KOMPAS.COM

Editor: Aldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved