Intervensi BI Angkat Rupiah: IHSG Terkoreksi 1,42% Melorot ke Level 5.895
Nilai tukar rupiah menguat tipis pada penutupan perdagangan Kamis (16/5) setelah Bank Indonesia (BI)
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Bursa saham acuan Benua Kuning mayoritas masuk ke zona hijau. Indeks Shanghai naik 0,58%, Straits Times menguat 0,51%, Hang Seng stagnan 0,02%. Sementara itu, Kospi anjlok 1,2% dan Nikkei terkoreksi 0,59%.
Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendorong pelemahan IHSG di antaranya: PT Bliss Properti Indonesia Tbk/POSA (-24,8%), PT Capri Nusa Satu Properti Tbk/CPRI (-9,64%), PT Adaro Energy Tbk/ADRO (-6,07%), PT Ever Shine Tex Tbk/ESTI (-4,9%), PT Meta Epsi Tbk/MTPS (-4,23%).
Sentimen eksternal yang menyelimuti perdagangan hari ini memang masih mendung, karena bara perang dagang AS-China yang kemarin sore sudah mulai padam, kembali tersulut.
Analis di Eurasia Grup mengatakan bahwa peristiwa tersebut akan sangat mengganggu hubungan kedua negara dan China akan memandang ini sebagai tindakan permusuhan serta provokasi yang besar, dilansir CNBC International.
"Beijing tidak mungkin melanjutkan negosiasi perdagangan yang serius ketika merasa disandera oleh AS. Bahkan jika negosiasi terus berjalan, dalam iklim yang tidak bersahabat ini, Beijing bahkan lebih tidak mungkin untuk membuat konsesi yang signifikan untuk AS, terutama pada masalah teknologi di jantung sengketa perdagangan," kata analis dikutip CNBC International. (cnbc)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ihsg_20180215_235223.jpg)