Pilpres 2019

(VIDEO), Tukang Ojek Online Lolos Jadi Anggota DPRD, Dibalik Kesuksesannya Ada Kisah Ini

Namun menurut Erwin, sang ibundalah yang awalnya memberikan semangat kepadanya

Setelah peristiwa duka itu, Erwin mengatakan, ia bersama adik dan kakaknya mendapatkan dana dari asuransi sang ibunda.

"Kami mendapatkan uang asuransi dan kami bagi empat. Aku mendapatkan Rp 23 juta. Uang ini kugunakan sebagian untuk prosesi pemakaman mamakku, dan sisanya aku pakai untuk dana kampanye selama beberapa bulan ini," ucapnya.

Pernah Caleg, Pengakuan Dosen Posting People Power yang Ditangkap Polisi, Kasus Ujaran Kebencian

Tak hanya itu, Erwin mengatakan ia juga menggunakan dana yang didapatkannya dari Jaminan Hari Tua (JHT) dari perusahaan tempat ia bekerja dahulu.

Erwin mengatakan, awalnya keluarganya tak setuju dengan keputusannya memakai uang tersebut untuk biaya kampanye. Ia kerpa mendapatkan penolakan dan kata-kata sinis dari para saudaranya.

"Namun setelah kemenangan ini, saya kira para saudara saya mengerti tentang langkah yang saya lakukan," tuturnya.

Pria berdarah batak itu, mengaku tak memiliki pola khusus dalam berkampanye. Hanya ia acapkali berkampanye sambil menjalankan aktivitasnya, sehari-hari sebagai pengemudi ojol.

"Aku sengaja berkeliling di dapilku mencari sewa, mengobrol,menyalami mereka dan membagi brosur serta kartu nama;" katanya.

Sepulang narik, menurut Erwin ia juga kerap datang ke tempat-tempat keramaian seperti kedai kopi, partangiangan (acara doa) dan juga pertemuan marga-marga batak.

Erwin menuturkan tak selamanya ia mendapatkan sambutan yang baik dari orang- orang. Pernah suatu hari, Erwin memberikan kartu nama kepada rekannya sesama pengemudi ojol.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved