7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Takjil Kerap Disalahartikan

Di bulan penuh berkah ini juga ada beberatap istilah populer. Biasanya istilah itu muncul saat Ramadan.

7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Takjil Kerap Disalahartikan
TribunPontianak
Ilustrasi. 

Dalam hal ini, istilah ‘imsak’ mengalami pergeseran makna dari yang seharusnya.

4. Takjil

Ilustrasi dessert Opera Cake untuk Takjil Ramadan
Ilustrasi dessert Opera Cake untuk Takjil Ramadan (TRIBUNTRAVEL.COM/NURUL INTANIAR)

Takjil adalah kata kerja, bukan kata benda yang berarti makanan untuk berbuka puasa.

Bisa jadi, awal mula kata takjil terbentuk adalah karena orang-orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan kurma.

Sehingga, pengertian yang sesungguhnya diserap menjadi makna lain di dalam bahasa Indonesia.

Dalam istilah ‘takjil’, huruf k pada kata tersebut sebenarnya pengganti huruf ‘ain pada tulisan aslinya, sehingga huruf k dibaca tak terdengar.

Huruf k tersebut dibaca sebagai huruf ‘ain yang berbaris sukun (baris mati).

Selain ditulis dengan takjil, kadang-kadang didapati juga orang menulis dengan ta’jil.

Pada umumnya kata takjil difahami kebanyakan orang sama dengan makanan ringan (biasanya kurma) atau makanan kecil lain yang manis untuk berbuka puasa.

Seharusnya, jika diartikan, arti takjil dalam bahasa Indonesia adalah penyegeraan.

Dalam konteks bulan puasa, takjil ini dimaksudkan untuk penyegeraan berbuka puasa.

Oleh karena makanan berbuka puasa yang dicontohkan oleh nabi Muhammad adalah kurma, maka terjadi pergeseran pengertian seolah-olah takjil itu sama dengan kurma.

Bahkan seiring dengan beragamnya makanan ringan untuk berbuka, kata takjil juga bisa berarti kolak atau makanan kecil lainnya yang manis.

5. Tarawih

Shalat Tarawih berjamaah di masjid
Shalat Tarawih berjamaah di masjid (instagram/ukhuwahkucica)

Salat Tarawih adalah salat sunah yang dilakukan khusus pada bulan Ramadan.

Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai 'waktu sesaat untuk istirahat'.

Waktu pelaksanaan salat sunah ini adalah selepas isya dan sebelum subuh, biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.

Namun, ada fakta tentang salat ini, yaitu Rasulullah hanya pernah melakukannya secara berjamaah dalam tiga kali kesempatan.

Rasulullah tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya.

Mengapa? Beliau takut hal itu akan diwajibkan kepada umat Islam.

Salat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan salat tarawih beristirahat setelah melaksanakan salat empat rakaat.

Salat tarawih termasuk qiyamul lail atau salat malam, akan tetapi hanya dikhususkan di bulan Ramadan.

Jadi, shalat tarawih ini adalah salat malam yang dilakukan di bulan Ramadan.

6. Tadarus

Membaca Al Quran
Membaca Al Quran (instagram/rismabaituttaqwa)

Istilah tadarus berasal dari asal kata darosa - yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran.

Lalu ketambahan huruf ta’ di depannya sehingga menjadi tadaarosa - yatadaarosu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar, atau mempelajari secara lebih mendalam.

Adapun aktivitas ‘tadarusan’ yang kita lihat sehari-hari di negeri ini, sepertinya nyaris tanpa pengkajian makna pada setiap ayat yang dibaca, kecuali sekadar membaca saja.

Terkadang benar dan tidaknya bacaan tidak terperhatikan karena tidak ada ustaz yang ahli di bidang membaca Alquran yang bertugas mentashih bacaan.

Bentuk tadarusan seperti itu lebih tepat menggunakan istilah tilawah wal istima’.

Kata tilawah berarti: membaca, sedangkan kata istima’ berarti: mendengar.

Kata tadaarusun jika diwaqaf menjadi tadaarus berasal dari kata دَرَسَ darasa yang artinya adalah belajar.

Kemudian mengikuti wazan tafaa’ala, sehingga mauzunnya menjadi تَدَارَسَ tadaarasa.

Fi’il yang mengikuti wazan ini salah satunya mempunyai arti لِلْمُشَارِكَةِ fa’il (subjek) dan maf’ul-nya (objek) bersamaan dalam melakukan perbuatan, sehingga dalam konteks kata ini artinya menjadi saling mempelajari.

Apabila ditashrif menjadi sebagai berikut: tadaarusan - tadarosa - yatadaarosu (تَدَارَسَ – يَتَدَارَسُ – تَدَارُساً) lalu didapatkanlah kata تَدَارُساً tadaarusan, yang berkedudukan sebagai mashdar, sehingga artinya menjadi pembelajaran secara bersama-sama.

Dengan kata lain, makna istilah ‘tadarus’ di dalam bahasa Indonesia telah mengalami penyempitan sehingga artinya menjadi sebatas pembacaan ayat-ayat Al-Quran.

7. Itikaf

Itikaf
Itikaf (instagram/afdhal.af)

Itikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Itikaf bisa dilakukan kapan saja.

Namun, Rasulullah saw menganjurkan untuk melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Itikaf berasal dari bahasa Arab yaitu akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau terhalangi.

Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridaan Allah SWT.

Bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatan yang sudah dilakukan pada masa yang lalu.

Orang yang melakukan iktikaf disebut sebagai mutakif.  (Ratna Widyawati)

***

Baca: Wanita 20 Tahun Diperkosa 5 Pria di Depan Suaminya, Suami Gambarkan Apa yang Disebut 3 Jam di Neraka

Baca: Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Pantai Kombi, Pelaku Sempat Potong Kulit Kelamin Korban

Baca: Hasil Final DPD RI Dapil Sulut, Maya Rumantir dan Liow Lolos, Siapa Pemegang Kursi Selanjutnya?

Baca: Hasil Final DPR RI Dapil Sulut, JWS atau Hillary Lasut Pemenang Kursi ke 6? Ini Hasilnya

Baca: VIRAL, Mayat Tanpa Busana Ditemukan Ternyata Ada Kejanggalan, Ini Tanggapan Keluarga

Baca: Pria Langowan Tewas Berendam di Kolam Air Panas, Begini Penjelasan Dokter

Baca: Jenderal Andika Perkasa Akan Bongkar Perwira TNI AD yang Dicari, Sudah Sejauh Mana?

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Termasuk Makna Imsak Sesungguhnya

Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved