7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Takjil Kerap Disalahartikan
Di bulan penuh berkah ini juga ada beberatap istilah populer. Biasanya istilah itu muncul saat Ramadan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak tradisi-tradisi unik di bulan Ramadan. Hampir setiap daerah punya kebiasaan khas.
Di bulan penuh berkah ini juga ada beberatap istilah populer. Biasanya istilah itu muncul saat Ramadan.
Misalnya, takjil. Kata ini biasanya mengacu kepada makanan untuk berbuka. Tapi, apa arti takjil sebenarnya?
Berikut ini adalah tujuh istilah populer di Bulan Ramadan yang dilansir Tribun Travel dari beberapa sumber:
1. Sahur
Istilah populer yang pertama adalah Sahur.
Sahur adalah sebuah istilah yang merujuk kepada aktivitas makan dan minum pada dini hari.
Sahur sebagai makan pagi bisa disepadankan dengan iftar sebagai makan malam, selama Ramadan.
2. Iftar
Sebagian dari kamu mungkin tidak asing dengan istilah Iftar selama bulan Ramadan.
Iftar dalam bahasa Indonesia dikenal dengan buka puasa, mengacu pada sebuah perjamuan saat umat Islam berbuka puasa selama bulan Ramadan.
Iftar adalah salah satu rangkaian ibadah di bulan Ramadan dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas.
Orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama.
Iftar dilakukan tepat begitu sudah masuk waktu maghrib.
Secara tradisional, kurma adalah hal pertama yang harus dikonsumsi ketika berbuka.
Penulisan kata iftar yang benar jika mengikuti huruf aslinya adalah ifthar (ditambah huruf h setelah huruf t karena berasal dari huruf tha’).
Namun penulisan tanpa huruf h ternyata lebih bisa terserap dalam kosakata bahasa Indonesia.
Bentuk kata iftar adalah isim masdar dari afthara yufthiru.
Dalam masyarakat kita, pada bulan Ramadan sering diadakan buka puasa bersama.
Merujuk pada istilah ini, frase yang tepat digunakan adalah: iftar jamai.
3. Imsak
Istilah populer selanjutnya adalah Imsak.
Imsak berlaku juga terhadap puasa di luar puasa wajib pada puasa Ramadan.
Pengertian imsak diambil dari bahasa Arab yaitu amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan.
Dari pengertian menahan, memberi simpulan bahwa waktu imsak adalah waktu dimulainya menahan segala hal yang membatalkan puasa.
Namun demikian, di saat imsak masih diperbolehkan untuk makan dan minum, selama belum memasuki waktu subuh.
Namun, istilah yang umum dipahami mengenai pengertian imsak adalah saat seseorang harus memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk subuh.
Pengertian tersebut kuranglah tepat.
Tidak ada ketentuan kamu sudah harus menjalani ibadah puasa ketika waktu imsak, yang berarti sebelum masuknya waktu subuh.
Sebab batas mulai puasa itu bukan sejak ‘imsak’, melainkan sejak waktu subuh.
Dalam hal ini, istilah ‘imsak’ mengalami pergeseran makna dari yang seharusnya.
4. Takjil
Takjil adalah kata kerja, bukan kata benda yang berarti makanan untuk berbuka puasa.
Bisa jadi, awal mula kata takjil terbentuk adalah karena orang-orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan kurma.
Sehingga, pengertian yang sesungguhnya diserap menjadi makna lain di dalam bahasa Indonesia.
Dalam istilah ‘takjil’, huruf k pada kata tersebut sebenarnya pengganti huruf ‘ain pada tulisan aslinya, sehingga huruf k dibaca tak terdengar.
Huruf k tersebut dibaca sebagai huruf ‘ain yang berbaris sukun (baris mati).
Selain ditulis dengan takjil, kadang-kadang didapati juga orang menulis dengan ta’jil.
Pada umumnya kata takjil difahami kebanyakan orang sama dengan makanan ringan (biasanya kurma) atau makanan kecil lain yang manis untuk berbuka puasa.
Seharusnya, jika diartikan, arti takjil dalam bahasa Indonesia adalah penyegeraan.
Dalam konteks bulan puasa, takjil ini dimaksudkan untuk penyegeraan berbuka puasa.
Oleh karena makanan berbuka puasa yang dicontohkan oleh nabi Muhammad adalah kurma, maka terjadi pergeseran pengertian seolah-olah takjil itu sama dengan kurma.
Bahkan seiring dengan beragamnya makanan ringan untuk berbuka, kata takjil juga bisa berarti kolak atau makanan kecil lainnya yang manis.
5. Tarawih
Salat Tarawih adalah salat sunah yang dilakukan khusus pada bulan Ramadan.
Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai 'waktu sesaat untuk istirahat'.
Waktu pelaksanaan salat sunah ini adalah selepas isya dan sebelum subuh, biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.
Namun, ada fakta tentang salat ini, yaitu Rasulullah hanya pernah melakukannya secara berjamaah dalam tiga kali kesempatan.
Rasulullah tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya.
Mengapa? Beliau takut hal itu akan diwajibkan kepada umat Islam.
Salat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan salat tarawih beristirahat setelah melaksanakan salat empat rakaat.
Salat tarawih termasuk qiyamul lail atau salat malam, akan tetapi hanya dikhususkan di bulan Ramadan.
Jadi, shalat tarawih ini adalah salat malam yang dilakukan di bulan Ramadan.
6. Tadarus
Istilah tadarus berasal dari asal kata darosa - yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran.
Lalu ketambahan huruf ta’ di depannya sehingga menjadi tadaarosa - yatadaarosu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar, atau mempelajari secara lebih mendalam.
Adapun aktivitas ‘tadarusan’ yang kita lihat sehari-hari di negeri ini, sepertinya nyaris tanpa pengkajian makna pada setiap ayat yang dibaca, kecuali sekadar membaca saja.
Terkadang benar dan tidaknya bacaan tidak terperhatikan karena tidak ada ustaz yang ahli di bidang membaca Alquran yang bertugas mentashih bacaan.
Bentuk tadarusan seperti itu lebih tepat menggunakan istilah tilawah wal istima’.
Kata tilawah berarti: membaca, sedangkan kata istima’ berarti: mendengar.
Kata tadaarusun jika diwaqaf menjadi tadaarus berasal dari kata دَرَسَ darasa yang artinya adalah belajar.
Kemudian mengikuti wazan tafaa’ala, sehingga mauzunnya menjadi تَدَارَسَ tadaarasa.
Fi’il yang mengikuti wazan ini salah satunya mempunyai arti لِلْمُشَارِكَةِ fa’il (subjek) dan maf’ul-nya (objek) bersamaan dalam melakukan perbuatan, sehingga dalam konteks kata ini artinya menjadi saling mempelajari.
Apabila ditashrif menjadi sebagai berikut: tadaarusan - tadarosa - yatadaarosu (تَدَارَسَ – يَتَدَارَسُ – تَدَارُساً) lalu didapatkanlah kata تَدَارُساً tadaarusan, yang berkedudukan sebagai mashdar, sehingga artinya menjadi pembelajaran secara bersama-sama.
Dengan kata lain, makna istilah ‘tadarus’ di dalam bahasa Indonesia telah mengalami penyempitan sehingga artinya menjadi sebatas pembacaan ayat-ayat Al-Quran.
7. Itikaf
Itikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Itikaf bisa dilakukan kapan saja.
Namun, Rasulullah saw menganjurkan untuk melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Itikaf berasal dari bahasa Arab yaitu akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau terhalangi.
Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridaan Allah SWT.
Bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatan yang sudah dilakukan pada masa yang lalu.
Orang yang melakukan iktikaf disebut sebagai mutakif. (Ratna Widyawati)
***
Baca: Wanita 20 Tahun Diperkosa 5 Pria di Depan Suaminya, Suami Gambarkan Apa yang Disebut 3 Jam di Neraka
Baca: Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Pantai Kombi, Pelaku Sempat Potong Kulit Kelamin Korban
Baca: Hasil Final DPD RI Dapil Sulut, Maya Rumantir dan Liow Lolos, Siapa Pemegang Kursi Selanjutnya?
Baca: Hasil Final DPR RI Dapil Sulut, JWS atau Hillary Lasut Pemenang Kursi ke 6? Ini Hasilnya
Baca: VIRAL, Mayat Tanpa Busana Ditemukan Ternyata Ada Kejanggalan, Ini Tanggapan Keluarga
Baca: Pria Langowan Tewas Berendam di Kolam Air Panas, Begini Penjelasan Dokter
Baca: Jenderal Andika Perkasa Akan Bongkar Perwira TNI AD yang Dicari, Sudah Sejauh Mana?
Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Termasuk Makna Imsak Sesungguhnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lafaz-bacaan-niat-puasa-ramadan-dan-doa-buka-puasa-ramadhan.jpg)