Akibat Perubahan Iklim, Pisang Terancam Infeksi Jamur
Infeksi Black Sigatoka meningkat sekitar 44 persen di seluruh daerah Amerika Latin dan Karibia yang menanam pisang sejak 1960-an.
"Infeksi Black Sigatoka meningkat sekitar 44 persen di seluruh daerah Amerika Latin dan Karibia yang menanam pisang sejak 1960-an.
"Peningkatan infeksi ini (Black Sigatoka) disebabkan oleh perubahan iklim," jelas Bebber.
Apa hubungannya perubahan iklim dengan peningkatan infeksi jamur Black Sigatoka?
Menurut Bebber, perubahan iklim berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi spora P. fijiensis untuk berkecambah dan tumbuh.
Jamur menyebar melalui spora yang dilepaskan ke udara, menginfeksi daun pisang, akhirnya mengarah pada pengembangan lesi dengan karakteristik bergaris dan terjadi kematian sel ketika racun terpapar panas.
Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat mengurangi produksi buah sampai 80 persen.
Meski studi menemukan bahwa infeksi penyakit Black Sigatoka meningkat drastis di Amerika Latin dan Karibia, beberapa daerah yang lebih kering seperti Meksiko dan Amerika Tengah mengalami efek sebaliknya.
"Penyakit ini memburuk untuk daerah yang jadi lebih basah karena perubahan iklim. Namun bagi daerah kering, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait penyakit ini," ujar Bebber.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perubahan Iklim Bikin 50 Persen Pisang Terinfeksi Penyakit Jamur"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi_20180902_144118.jpg)