Akibat Perubahan Iklim, Pisang Terancam Infeksi Jamur

Infeksi Black Sigatoka meningkat sekitar 44 persen di seluruh daerah Amerika Latin dan Karibia yang menanam pisang sejak 1960-an.

Akibat Perubahan Iklim, Pisang Terancam Infeksi Jamur
Internet
Ilustrasi buah pisang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam beberapa dekade terakhir, pisang diserang wabah penyakitjamur bernama Black Sigatoka.

Black Sigatoka adalah penyakit jamur yang merusak.

Menurut studi terbaru dalam jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society B, perubahan iklim membuat infeksi penyebaran penyakit meningkat.

Ahli menemukan setengah ladang pasang di Amerika Latin dan Karibia terpapar wabah Black Sigatoka.

"Black Sigatoka adalah penyakit jamur pada pisang yang menginfeksi daun dan mengurangi produktivitas tanaman," ujar Daniel Bebber, penulis studi dari Universitas Exeter di UK, melansir Newsweek Selasa (7/5/2019).

" Penyakit ini dikirim dari Asia ke Honduras pada 1972, dan sekarang telah menyebar ke suluruh Amerika Latin dan Karibia," imbuh Bebber.

Untuk mengatasi Black Sigatoka, Bebber berkata hal yang bisa dilakukan adalah melakukan penyemprotan fungisida secara berkala ke daerah yang terkena wabah.

Namun penyemprotan fungisida juga akan meninggalkan dampak kepada para petani pisang.

"Petani di Kosta Rika menyemprotkan fungisida antara 40 sampai 80 kali per tahun dan menelan biaya sampai 2.500 dollar AS (lebih dari Rp 35 juta) untuk satu hektar per tahunnya," imbuh Bebber.

Bebber sudah melakukan penyelidikan wabah Black Sigatoka, terutama untuk memahami bagaimana hama dan penyakit tanaman dapat dipengaruhi oleh pola cuaca.

Halaman
123
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved