Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Sufi

Si Pengembala Unta yang Ternyata Adalah Gurunya Guru Sufi

Khazanah dalam dunia islam amatlah luas. Mutiara pengetahuan darinya juga berlimpah. Salah satunya adalah kisah para penempuh jalan sufi.

Editor: Rizali Posumah
http://m.yukle.mobi
Gambar seorang sufi tengah menari sembari melafadzkan kidung-kidung cinta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagaimana agama yang lain, khazanah dalam dunia Islam amatlah luas. Mutiara hikmah darinya juga berlimpah.

Ada banyak kisah-kisah menarik yang sarat dengan kebajikan dan kebaikan dari mutiara-mutiara hikmat tersebut. Salah satu yang sering diceritakan adalah kisah para sufi.

Sufi adalah sebutan bagi mereka yang menempuh jalan keruhanian. Mereka yang mendedikasikan seumur hidupnya demi mencapai hakekat cinta dan kebenaran yang tertinggi. 

Biasanya, para sufi ini adalah orang-orang yang mendalami ilmu tasawuf, yakni ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi.

Berikut ada satu kisah sufi yang tribunmanado.co.id lansir dari laman NUOnline.

Dalam satu riwayat para sufi, dikisahkan ada seorang yang berminat kepada tasawuf. Dari seorang teman dia mendengar tentang adanya guru sufi yang agung.

Tergeraklah hatinya untuk menemui sang guru agung tersebut dengan cara menyewa seekor unta dari seorang penggembala.

Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan yang berat dan lama, akhirnya sampailah dia ke rumah sang guru.

Ternyata, orang yang akan dijadikan gurunya itu justru bersikap sangat hormat kepada si penggembala unta, sampai-sampai si penyewa unta itu terheran-heran.

“Saya datang untuk berguru kepada Anda, tetapi sikap Anda kepada penggembala unta layaknya kepada seorang guru saja,” kata si penyewa unta itu tanpa menutupi kekesalannya.

Sang guru, yakni si tuan rumah itu, menjelaskan bahwa si penggembala unta itu memang tidak lain adalah gurunya sendiri.

Cerita seperti itu banyak sekali di dalam tasawuf. Tetapi sebetulnya bukan monopoli tradisi sufisme, sebab hampir semua budaya mengarah ke situ.

Dalam pepatah Melayu, misalnya, dikatakan, “Makin berisi, padi makin merunduk.” Idenya ialah tentang sikap rendah hati, seperti ditampakkan oleh si penggembala unta dalam cerita di atas, yang ternyata adalah gurunya guru sufi.

Di kalangan ulama ada pandangan bahwa tidak ada yang tahu seorang wali kecuali wali.

Maka kalau kita mengatakan bahwa seseorang itu wali, maka efeknya seolah- olah kita mengklaim diri kita sendiri sebagai wali (orang suci).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved