Ibadah di Bulan Ramadan, Seperti Sahabat Nabi, Perbanyak Khatam Alquran
Sebagian sahabat mengkhatamkan Alquran setiap tujuh malam pada salat-salat malam mereka.
Sayidina Umar bin Khattab r.a berkata, “Puasa bukan saja menahan diri dari makanan dan minuman, namun juga menahan diri dari berdusta, kebatilan, senda gurau dan sumpah palsu.”
Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a juga berkata, “Sesungguhnya puasa bukan saja menahan diri dari makanan dan minuman, namun juga menahan diri dari dusta, kebatilan dan senda gurau.”
Jabir bin Abdullah r.a berkata, “Jika engkau berpuasa, maka puasailah pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu dari bohong dan perbuatan dosa. Jauhilah berbuat jahat kepada pembantumu. Jadikanlah diri kalian sebagai orang yang sabar dan tenang dalam puasa kalian. Jangan jadikan hari berbuka dan hari puasamu sama saja.”
Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, kita disibukkan dengan persiapan hari raya dengan sesuatu yang belum tentu dibutuhkan.
Kita masih punya baju bagus, namun membeli baju baru sehingga tradisi belanja mengalahkan ibadah kita.
Mihrab ibadah kita pun dibiarkan sepi dari bacaan Alquran dan kosong melompong, padahal Rasulullah Saw telah mencontohkan kepada kita.
Siti Aisyah r.a berkata, “Rasulullah Saw ketika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan selalu menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah. Beliau membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
Pada sepuluh hari terakhir ini juga dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah SWT agar kita dibebaskan dari siksa neraka.
Semoga hari-hari terakhir yang tersisa dapat lebih baik dari hari sebelumnya dan menjadi titik tolak menuju bulan-bulan setelah hari raya. (Tom)
Tulisan disarikan dari Gana Islamika dengan judul Kelebihan Ibadah para Sahabat Nabi dan Ulama Salaf
Berita Populer: Dicairkan 24 Mei 2019, Berikut Besaran THR untuk PNS & Pensiunan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-baca-alquran_20161012_120918.jpg)