Ahli Sebut Penciuman Buruk Bisa Jadi Tanda Kematian Sudah Dekat
Studi tersebut menemukan bahwa jika seseorang memiliki indera penciuman yang buruk hingga 50% maka ia lebih mungkin meninggal dalam 10 tahun ke depan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kematian adalah rahasia yang tidak pernah diketahui.
Bisa saja kematian datang menjemput ketika sudah berumur tua, atau bahkan ketika baru saja dilahirkan.
Tapi tahukah Moms kalau hidung bisa menjadi pertanda maut akan segera menjemput?
Seperti diketahui bersama hidung berfungsi sebagai indera penciuman.
Oleh karenanya, hidung memiliki reseptor yang mampu mendeteksi dan juga merespon berbagai macam bau dari luar tubuh manusia.
Jika hidung kita bermasalah, seperti yang paling umum pilek atau flu, maka kita tidak bisa mencium bau.
Atau paling tidak, respon kita tidak akan secepat biasanya.
Bahaya lainnya adalah mungkin kita akan cepat meninggal. Kok bisa?
Pendapat itu bukanlah omong kosong.
Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.
Dilansir dari metro.co.uk pada Minggu (5/5/2019), studi tersebut menemukan bahwa jika seseorang memiliki indera penciuman yang buruk hingga 50% maka ia lebih mungkin meninggal dalam 10 tahun ke depan.
Ini lebih terfokus pada orangtua.
Menurut para peneliti, orang dewasa dengan penciuman buruk memiliki tingkat risiko kematian hingga 46% dalam 10 tahun kemudian dan 30% dalam 13 tahun mendatang.
Profesor Honglei Chen, seorang ahli epidemiologi yang memfokuskan penelitiannya pada defisit sensorik pada orang dewasa yang lebih tua, mengatakan: “Bau penciuman yang buruk menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia orang, dan ada hubungan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.”
"Penelitian kami adalah yang pertama untuk melihat alasan potensial mengapa studi ini memprediksi kematian yang lebih tinggi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-hidung-pesek_20170315_104715.jpg)