Gunung Karangetang

Warga Sekitar Karangetang Diminta Waspada Lahar Hujan dan Banjir Bandang

Masyarakat sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari lahar dingin dan banjir bandang

Warga Sekitar Karangetang Diminta Waspada Lahar Hujan dan Banjir Bandang
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Gunung Karangetang masih terus menunjukkan aktivitasnya. Hingga sore hari tercatat sembilan kali hybrid, Kamis (28/3). 

Warga Sekitar Karangetang Diminta Waspada Lahar Hujan dan Banjir Bandang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO-Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Sedangkan untuk pantauan, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah pada Senin (29/4) siang. asap putih tebal juga terlihat di puncak kawah II setinggi sekitar 50 meter.

Sementara untuk kegempaan hanya tercatat hybrid 4 kali dengan amplitudo 3-9 mm, S-P : 0 detik, durasi 8-15 detik, vulkanik dangkal enam kali dengan amplitudo 3-4 mm, durasi 3-6 detik, tektonik jauh 4 kali dengan amplitudo 3-40 mm, S-P : 12-17 detik, durasi 50-125 detik, serta microtremor
terekam dengan amplitudo 0.25 milimeter.

Sedangkan pada sore hari, puncak kawah tidak terlihat sama sekali lantaran kabut cukup tebal.

Baca: Sore Hari di Gunung Karangetang Hanya Tektonik Jauh Saja

Untuk kegempaan tercatat guguran sekali dengan amplitudo 3 mm, durasi 70 detik, hybrid terjadi 8 kali dengan amplitudo
3-13 mm, S-P : 0 detik, durasi 10-15 detik, tektonik jauh 3 kali, amplitudo 3-4 mm, S-P : 15 detik, durasi 40-70 detik, serta microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung Karangetang masih pada level III atau siaga," jelas Aditya Gurasali petugas pos PGA Karangetang.

Untuk rekomendasi PVMBG masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. (amg)

Berita Populer: Kisah Polwan - polwan Cantik Yang Viral, Ada yang Jadi PSK dan Pulang Subuh Pakai Pakaian Seksi

Penulis: Alpen_Martinus
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved