Aktivitas Gunung Karangetang

Hybrid Gunung Karangetang Terjadi 10 Kali Pagi Ini, Ada Ancaman Guguran Lava, Warga Diminta Evakuasi

Tercatat pada Minggu (28/4) pagi, untuk puncak kawah tak teramati, namun seismograf di pos PGA tetap mencatat aktivitas bagian dalam gunung.

Hybrid Gunung Karangetang Terjadi 10 Kali Pagi Ini, Ada Ancaman Guguran Lava, Warga Diminta Evakuasi
tribun manado/alpen martinus
Gunung Karangetang 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih beraktivitas hingga saat ini.

Tercatat pada Minggu (28/4) pagi, untuk puncak kawah tak teramati, namun seismograf di pos PGA tetap mencatat aktivitas bagian dalam gunung.

Ada gempa hembusan terjadi empat kali dengan amplitudo 3-4 mm, durasi 15-20 detik, hybrid 10 kali denga amplitudo 4-10 mm, S-P : 0 detik, durasi 7-13 detik, tektonik lokal 3 kali dengan amplitudo 48-51 mm, S-P : 4 detik, durasi 17-23 detik, tektonik jauh 6 kali dengan amplitudo 3-27 mm, S-P : 12 detik, durasi 50-60 detik, serta microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Untuk status gunung masih pada level III atau siaga," jelasnya.

Untuk rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati, melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Karangetang Belum Berhenti Beraktivitas, Asap Putih Masih Terlihat di Puncak Kawah
Karangetang Belum Berhenti Beraktivitas, Asap Putih Masih Terlihat di Puncak Kawah (ISTIMEWA)

Baca: Luh Ariani Wanita Penghuni Rumah Batu di Gunung Batur, Hanya Mandi Ketika Hujan Turun

Baca: Puncak Karangetang Terus Berasap

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (Amg)

Tonton dan subscribe:

Follow Instagram Tribun Manado:

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved