Pemilu 2019
Pasien Sakit Jiwa Kumat Saat Mencoblos, Komat-kamit Hafal Nama Caleg hingga Teriak Kita Golput
Meski ada sejumlah pasien yang terpantau 'kumat' lagi, tapi tak membuat proses pemungutan suara menjadi gaduh.
Penulis: Reporter Online | Editor: Indry Panigoro
Tak hanya berteriak golput, si pasien tersebut juga mengaku jika Ia memilih hotel yang ada di Kota Tinutuan, Manado.

"Kita tu punya hotel di Manado," kata dia kepada perawat.
Akibat insiden tak terduga itu, si pasien untuk sementara belum diizinkan memilih.
Seorang pasien lain tampak komat kamit menghafal calon pilihannya.
Meski ada sejumlah pasien yang terpantau 'kumat' lagi, tapi tak membuat proses pemungutan suara menjadi gaduh.
Pasien sakit jiwa lainnya terlihat tertib mengikuti alur pemberian hak surat suara.
Para pasien tak hanya didapmingi oleh perawat, tetapi juga ada keluarga dan petugas KKPS yang setia mendampingi.
Pantauan suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Rumah Sakit Ratumbuysang Manado, Rabu (17/4/2019).
Terlihat pasien duduk berjejer rapi di kursi di dalam TPS, masing-masing menggunakan baju pasien RS Ratumbuysang.
Ada yang memakai pakaian setelan berwarna ungu dan hijau.
Terlihat juga ada beberapa pasien yang duduk di selasar rumah sakit depan TPS sambil di dampingi perawat guna untuk mendengar nama mereka dipanggil untuk diberikan surat suara.
Dibagian bilik untuk mencoblos terlihat beberapa pasien yang hendak mencoblos di dampingi para petugas TPS yang menggunakan seragam putih.
Menariknya, saat ada yang keluar dari TPS usai mencoblos, tak sedikit dari pasien lain bertanya nomor berapakah yang temannya coblos sambil bersahut-sahutan.
Untuk jumlah pemilih di RS Ratumbuysiang pun cukup lumayan banyak.