Kriminal

Pesan Terakhir Korban Pembakaran Oleh Menantunya Sebelum Meninggal

Nurul datang ke rumah Lismini, tanpa diduga ia langsung menyiramkan pertalite ke tubuh Lismini.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lismini (57), warga RT 26/RW 04 Dusun Ngebrong Desa Tawang Sari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas setelah dibakar anak menantunya, Nurul Mutholib (30), pada Jumat (12/4/2019).

Astami (42), tetangga korban yang menolong Lismini menceritakan kembali keterangan yang dikatakan korban sebelum meninggal.

"Tadi ada yang mengetuk pintu saat aku di dapur. Aku kira Dimas, cucuku. Setelah aku buka, kemudian disiram air warna biru. Kemudian mau dibakar dengan korek tapi tak menyala. Lalu menyalakan kompor gas dan membakar kertas," cerita Astami menceritakan ulang apa yang disampaikan korban Lismini. 

Sebelum akhirnya meninggal, Lismini pun berpesan terkait menantu yang membakarnya.

"Saya dibakar Nurul. Penjarakan dia," terangnya mengulang kembali ucapan Lismini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo menerangkan, motif pembakaran yakni Nurul sakit hati karena sering cekcok dengan Lismini (57).

Baca: Mahasiswa Pertukaran Forum Lintas Agama Ibadah Minggu di GMIM Sion Tomohon

Baca: Seekor Anjing Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Pesawat

Saat sakit hati itu memuncak pada Jumat (12/4/2019) membuat Nurul keluar membeli pertalite di rumah tetangga.

"Kemudian, pertalite itu dituangkan di baskom plastik agar mudah menyiramkannya ke tubuh korban," ujar Anton, Sabtu (13/4/2019).

Nurul datang ke rumah Lismini, tanpa diduga ia langsung menyiramkan pertalite ke tubuh Lismini.

"Lalu pelaku ini menyalakan korek api. Namun didorong oleh korban sehingga korek apinya jatuh," imbuh Anton.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved