Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Fenomena Hujan Es Terjadi di Kalsel, Ini Penjelasan BMKG

Hujan es ini dapat melanda daerah- daerah yang dilalui garis ekuator atau khatulistiwa, berarti memiliki iklim tropis.

Editor:
Tribun Jabar/Istimewa
Butiran es 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fenomena hujan es di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan  Selatan (Kalsel), menjadi perhatian masyarakat.

Namun Kepala BMKG Syamsuddin Noor Banjarbaru, Karmana, mengatakan, fenomena hujan es di Kalsel bukanlah hal yang mengejutkan.

Sebab hujan es ini dapat melanda daerah- daerah yang dilalui garis ekuator atau khatulistiwa, berarti memiliki iklim tropis.

"Hujan es ini bukanlah fenomena yang aneh dan langka di Indonesia. Beberapa hujan es telah terjadi di wilayah Indonesia, seperti Bandung, Banjarnegara, Medan, Madiun, Sumatera Barat, serta daerah daerah lainnya," urai Karmana.

Hujan es ini dapat terjadi Indonesia karena beberapa sebab. Faktor- faktor yang mendukung terjadinya hujan es tersebut ada di wilayah Indonesia.

"Hujan es ini jika ukurannya tidak terlalu besar, sebenarnya tidak berbahaya, namun jika hujan yang turun mempunyai ukuran sebesar bongkahan es, ini yang akan membahayakan," katanya.

Disebutkan Karmana, pengertian hujan es ini dalam ilmu meteorologi disebut juga dengan hail.

Hail atau hujan es ini adalah presipitasi yang terdiri atas bola-bola es.

"Salah satu pembentukan dari bola- bola es ini adalah melalui kondensasi uap air lewat proses pendinginan di atmosfer pada sebuah lapisan yang terdapat di atas level beku.

"Biasanya, hanya es yang berukuran besar saja yang terjadi dengan proses seperti ini.

"Karena ukurannya yang besar, sehingga meski es sudah turun ke suhu yang lebih hangat dan daerah lebih rendah, tidak semua es ini menjadi cair (mencair), " kata Karmana.

Perlu diketahui, lanjut Karmana, hujan es ini tidak hanya bisa turun di daerah subtropis saja, namun hujan es ini juga dapat terjadi di daerah sekitar garis ekuator atau daerah pembagian musim tropis, termasuk di Indonesia.

"Hujan es ini biasanya terjadinya tidak terlalu kelihatan, dan terjadinya hujan es ini disertai dengan hujan air.

"Hujan es ini biasanya terjadi hanya sekitar beberapa menit saja, kemudian setelah itu akan kembali ke hujan air normal seperti biasanya," runutnya.

Jika mengamati proses terjadinya hujan air, maka akan dijetahui bahwa hujan air bisa terjadi karena adanya penguapan air laut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved