BPJS

BPJS Ketenagakerjaan Gagas Program Vokasi Bagi Tenaga Kerja yang Kena-PHK dan Pengangguran

Badan Pelaksana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) sedang mempersiapkan program Occasional Training atau Program Vokasi.

BPJS Ketenagakerjaan Gagas Program Vokasi Bagi Tenaga Kerja yang Kena-PHK dan Pengangguran
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Direktur Renstra dan TI BPJS Ketenagakerjaan Sumarjono 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Pelaksana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) sedang mempersiapkan program Occasional Training atau Program Vokasi.

Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS TK, Sumarjono mengatakan, program vokasi diperuntukka bagi tenaga kerja (naker) yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Seseorang yang di-PHK akan di-retraining dan upgrading skill-nya dengan harapan dia bisa segera kembali mendapatkan kerja," ujar Sumarjono di sela kunjungannya ke Manado, Rabu (10/4/2019).

BPJS TK memproyeksikan, naker yang mengikuti program ini bisa diterima kembali kerja di perusahaan sebelumnya dengan keterampilan meningkat atau mendapatkan pekerjaan baru.

"Kita akan bekerja sama dengan BLK maupun kampus. Fokus pelatihannya menyesuaikan dengan kebutuhan era digital. Skill-nya harus menyesuaikan," ujarnya.

Katanya, Program Vokasi ini sudah disetujui Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Keuangan. Kata dia, BPJS TK memiliki sana sekitar Rp 300 miliar untuk menggelar program itu di tahun pertama.

"Target kita tahun ini bisa mengikutsertakan 20 ribu naker untuk program vokasi. Baru sebatas pelatihan penambahan keterampilan," ujarnya.

Kedepan, ketika program sudah benar-benar jalan, setiap peserta program akan diberi tunjangan setiap bulan, uang makan dan lain-lain. Setiap peserta berhak atas bantuan tunai yang nilainya berangsur turun tiap bulan.

"Misalnya di bukan pertama 75 persen dari gaji, selanjutnya 50 persen dan seterusnya selama setahun. 'Benefit' lainnya, pelatihan peningkatan keterampilan dan penempatan kerja," katanya.

Tentu ada syarat yang harus dipenuhi peserta program ini. Peserta dilarang mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT). Harapannya, peserta tetap terlindungi jaminan BPJS TK.

Kedepannya, BPJS TK memproyeksikan program ini menjadi jaminan penuh bagi mereka yang belum mendapat kerja setelah PHK atau yang menganggur.

"Iurannya dibayar peserta yang bersangkutan sewaktu aktif kerja. Model ini sudah banyak di luar negeri. Malaysia sudah mulai tahun lalu," katanya.

Dasar dari program ini, International Labour Convention (ILO) yang mengatur perlunya jaminan bagi naker yang baru di-PHK dan pengangguran. Tujuannya mereka bisa segera mendapat pekerjaan baru. (tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved