Viral Facebook
Viral Video Pelajar SMA Goyang di Atas Mobil, Diduga Terjadi di Manado dan Baru Usai Ujian Nasional
Sejumlah pelajar menggunakan seragam putih abu-abu tengah bergoyang ria di atas sebuah kap mobil berwana hitam yang terparkir di sebuah pusat bisnis
Penulis: Reporter Online | Editor: Indry Panigoro
Ia mengatakan akibat penganiayaan tersebut anaknya, Mega harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.
"Saya kecewa anak saya sudah berdarah, kita datang kesini sebagai korban. Apalagi kejadian ini sudah berulang kali terjadi. Pihak sekolah malah membiarkan para pelaku ketika kami kemarin melakukan komplain," kata Sonya ketika berada di SMK Negeri 3 Manado.
Mega mengalami luka di bagian telinga dan kepalanya lebam, sementara Jein mengalami lebam di pipi bagian kiri sementara Annrose mengalami lebam di lengan kanan.
Menurut seorang korban, Annrose, mengatakan, kejadian tersebut terjadi di lantai II ruang tata boga.
"Mereka banyak sekali ada satu geng, ada yang lempar pakai kursi ini sudah luka lebam di kita pe tangan. Kita cuman menegur pa dorang karena standar rok seperti model SD. Itu kan nyanda boleh, mereka ba lewat kita bilang itu, nyanda pantas ada pake," ujar Annrose.
Menurut Annrose rupanya teguran tersebut tidak diterima dengan baik anak geng tersebut. Penganiayaan pun akhirnya terjadi, di dalam ruang tata boga tersebut. Ia menambahkan pelaku pemukulan satu geng tersebut adalah anak kelas II. Pelaku pemukulan tersebut, NG, TJK, PK, MP, VR dan CR.
Sementara itu, petugas SPKT Polresta Manado mendatangi SMK Negeri 3 Manado untuk meneruskan laporan tersebut. Dua pelaku kemudian dibawa ke Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Manado, James Senewe, saat ditemui di ruangannya, membantah adanya geng siswa di dalam sekolahnya. Ia mengatakan, akan melihat kasus ini lebih lanjut.
"Tidak ada sistem geng, kalau ada pelanggaran kita akan lihat. Bagi saya tidak ada geng, kalau anak itu melakukan dua kali pemukulan kita langsung tertibkan panggil orangtua dan dikembalikan," tutur James.
Ia menambahkan kasus ini akan dilakukan pembinaan lebih lanjut dan pelaku akan dilakukan koordinasi dengan para orangtua masing-masing.
"Kasus ini kita akan mengawal dan kita akan melihat anak-anak ini apakah mereka ini nakal atau tidak. Perstiwa kemarin, kondisinya kita sementara ujian praktik dan kita ada rapat dengan guru. Setiap pelanggaran akan diberikan sanksi," ungkapnya.
4. Dua Kelompok Siswa di Bitung Terlibat Baku Hantam
Dua kelompok siswa dari sekolah ternama di Kota Bitung terlibat baku hantam usai proses kegiatan belajar mengajar, Jumat (16/01/2015).
Peristiwa itu terjadi di tempat Futsal yang terletak di jalan Siswa Kelurahan Madidir Ure Lingkungan II Kecamatan Madidir. Tribunmanado.co.id yang berada tak jauh dari tempat kejadian menyaksikan aksi baku hantam tersebut. Beberapa orang siswa yang mengenakan seragam Pramuka menyerang seorang siswa dari sekolah yang berbeda.
Peristiwa itu bermula saat dua kelompok siswa dari dua sekolah berbeda saling 'undang' di halaman tempat Futsal. Kelompok siswa dari SMAN 2 Bitung lebih dulu tiba kemudian menyusul dari SMAN Don Bosco Bitung yang datang menggunakan motor.
Tiba-tiba dari dalam halaman futsal beberapa orang dari dua kelompok siswa yang masih berbalut seragam pramuka, menyerang seorang siswa hingga rekan siswa yang diserang melakukan perlawanan sehingga terjadilah baku hantam.
Bahkan pohon kecil didepan tempat bermain Futsal menjadi bulan-bulan seorang siswa yang di pukul oleh sekitar lima orang siswa, bahkan ada seorang siswa yang sempat tersungkur jatuh ke aspal.
Akibatnuya ruas jalan Siswa ramai dengan aksi kejar-kejaran antara dua kelompok siswa yang baku hantam, hingga situasi sempat terhenti saat beberapa siswa dari SMAN 2 Bitung kabur dengan menggunakan kendaraan lalu kembali dengan membawa 'orang kampung' atau pemuda-pemuda sekitar tempat kejadian perkara.
Mereka balik mengejar kelompok siswa dari SMA Don Bosco Bitung hingga masuk kedalam sebuah jalan disamping tempat Futsal, hingga sempat terjadi baku hantam lagi sebelum datang guru SMAN 2 Bitung melerai baku hantam itu.
"Dorang lebe dulu pukul pa torang pe tamang dari SMA Don Bosco," koar siswa wanita asal SMAN 2 Bitung di tempat kejadian. Aksi saling baku pukul antara dua siswa itu sempat disaksikan oleh Ibu Nona pemilik warung kecil yang berada di lokasi baku hantam, membuatnya harus ikut menghentikan baku hantam siswa dengan cara marah-marah sambil memegang sebilah balok.
"Perkelahian antar siswa atau pemuda seperti ini akan muncul kasus-kasus panah wayer dan peristiwa penikaman akibat saling baku pukul dan berkelahi satu dengan lainnya," tutur Nona di lokasi kejadian.
Atas kondisi tersebut membuatnya diselimuti perasaan was-was mengingat lokasi tempat tinggalnya dekat dengan dua sekolah SMAN 2 Bitung dan SMPN 2 Bitung, dimana pada saat jam keluar sekolah anak-anak SMP dan SMA terkumpul juga dari sekolah lain sering datang sehingga menimbulkan rasa tak aman akan muncul perkelahian.
"Karena kalau ada kekacauan tidak mungkin kami hanya biarkan, jam pulang sekolah selalu tempat ini kacau sehingga sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindak," tukasnya.
5. Pelajar SMA Tikam Pelajar SMP, Korban Nyaris Tewas,
Mario Kadodosang (13) pelajar SMP Negeri 1 Likupang nyaris tewas dianiaya SP (16) siswa SMA Negeri 1 Likupang pada peristiwa berdarah Rabu (10/01/2018) pagi di sekitar SMP Negeri 1 Likupang.
Pelaku menikam korban pada perutnya dengan sebilah pisau. Ceritanya, pelaku lewat di depan SMP. Disana terdapat korban dengan beberapa temannya.
Korban lantas menegur pelaku yang gas motor dengan keras .Pelaku berlalu namun balik lagi. Ia mencari korban lantas menantangnya berkelahi.
Korban lantas mendekat dan coba memukul. Namun dia kalah cepat dari pelaku. Kasat Reskrim Polres Minut AKP Ronny Maridjan menyatakan, pelaku sudah dibekuk.
"Ia sudah diamankan di Polres," kata dia. Dikatakan Ronny, pihak Polres juga sudah mengantisipasi dampak sosial dari kejadian tersebut.
6. Gara-Gara Knalpot Racing, Dua Siswa SMK Tompasobaru Berkelahi
Gara-gara knalpot racing, 2 (dua) siswa SMK N. 1. Tompasobaru berkelahi saat jam sekolah usai pada siang tadi, (15/09/2017). Tim Patroli Polsek Tompasobaru yang sedang berada di seputaran lokasi sekolah pun segera mengamankan kedua siswa tersebut.
“Kedua siswa SMK yang berkelahi MT (Mario) dan RM (Rival), langsung kita amankan dan dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan,” ungkap Kapolsek Tompasobaru AKP Verry Liwutang.
Diketahui MT (Mario) dan RM (Rival) berkelahi karena salah paham akibat salah satu diantara keduanya membunyikan sepeda motornya dengan nyaring. Diawali dengan perselisihan adu mulut, keduanya pun menunjukan skil bela dirinya dengan berkelahi.
“Sudah kami damaikan, dibuatkan surat pernyataan kemudian kami mengundang orang tua dan wali kelas datang menjemput mereka untuk pulang ke rumahnya masing-masing,” tutup kapolsek
7. Heboh Video Perkelahian Siswi SMP, Kadispora Minsel: Saya Dapat Kabar Ada Kakak Beradik Juga
Sebuah video perkelahian dua siswiSekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi viral di media sosial, pada Rabu (09/01/2019)
Tak diketahui kapan dan di mana peristiwa tersebut terjadi.
Namun, video itu sudah dibagikan oleh beberapa akun Facebookke grup Tim Paniki Polresta Manado sudah menjadi viral dan terus mendapat komentar dan dibagikan banyak warganet.
Misalnya, postingan akun Chandra Jo dalam satu jam terakhir sudah dibagikan berkali-kali.
Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, tampak dua gadis remaja berkelahi.
Seorang gadis tampak mengenakan pakaian seragam SMP, sedangkan gadis lainnya mengenakan kaus dan celana pendek.
Mereka tampak saling pukul di sebuah jalan dekat areal perkebunan jagung.
Tampak pula dua siswa perempuan mengenakan seragam SMPhanya menyaksikan peristiwa tersebut dan gadis lainnya merekam kejadian itu.
Mereka tak melerai perkelahian tersebut.
Mereka malah terdengar menyoraki, menghujat bahkan memaki.
Sang siswi yang berseragam SMP tampak terus dipukuli dibagian kepala dan ditarik rambutnya oleh lawannya.
Sesekali, dia hanya membalas pukulan namun tak mengena.
Tak lama kemudian seorang wanita dewasa datang melerai perkelahian tersebut.
Tak diketahui lokasi perkelahian, namun dari suara yang terekam.
Para siswa tersebut terdengar menggunakan dialek malayu Manado.
Berikut unggahan akun Chandra Jo yang diberi keterangan
Tolong di bantu share sampe pemeran di video ini tertangkap beserta yg merekam bikin malo orang manado jo
Unggahan tersebut pun langsung mendapat sorotan para warganet.
Mereka ramai-ramai menghujat aksi saling pukul para siswitersebut.
Warganet pun mencela siswi yang hanya merekam dan menyaksikan aksi tersbeut tanpa melerai perkelahian.
Ada pula yang mendesak polisi mengusut video tersebut karena dianggap telah mencemarkan dunia pendidikan agar tak terulang lagi. (Tim Tribunmanado/Indri Fransiska Panigoro)
TONTON JUGA:
Jangan lupa Follow Instagram Tribun Manado: