Berita Viral
Program Berbagi Berkah Viral di Facebook, OJK: Awas Data Pribadi Nasabah Diumbar ke Media Sosial
Viral di Facebook 'Program Berbagi Berkah' yang dibagikan pengguna media sosial di Sulawesi Utara (Sulut)
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral di Facebook 'Program Berbagi Berkah' yang dibagikan pengguna media sosial di Sulawesi Utara (Sulut)
Program itu menawarkan dana melalui saling transfer antar-rekening bank peserta.
Satu peserta diminta mentransfer dana masing-masing Rp 25 ribu kepada empat nomor rekening peserta.
Peserta telah mentransfer dana dijanjikan mendapatkan imbalan dari transfer balik dari peserta berikutnya dengan dana berlipat jauh lebih besar dari 'modal' awal.
Entah dari mana asalnya empunya program ini, status berantai terkait program berbagi berkah pun semakin ramai, baik di beranda pribadi maupun dibagikan di berbagai grup Facebook.
Dengan kalimat awal modal percaya dan yakin jika ditipu bakal balik lagi.
Tribunmanado.co.id menelurusi Facebook Fenralove ArsholOlshop Ktg yang membagikan status bertuliskan Program Berbagi Berkah di grup Facebook Tim Paniki Polresta Manado pada 5 April 2019.
Ditemukan jejak digital akun Rachman Silalahi di kolom pencarian Facebook.
Munculah orang-orang pemilik akun Facebook yang ikut dalam program berbagi berkah dan ramai-rami menandai teman Facebook mereka dan membagikan di beranda masing-masing hingga grup Facebook yang mereka ikuti.
Nama Rachman Silalahi merupakan nama yang ditulis sebagai yang punya pengalaman terkait program berbagi berkah.
Tak hanya nama Rachman Silalahi dari Jakarta Selatan terdapat juga nama Indarjo Kusuma dari Cikarang, Jawa Barat yang dicantumkan sebagai pemilik pengalaman dan berhasil untung dalam program berbagi berkah.
Jika diartikan dari status yang ramai, program tersebut dispekulasikan sebagai Money game atau permainan uang.
Dimulai dari uang Rp 100.000 dan disebarkan dengan cara mengirim kerekening empat orang teman Facebook kita, caranya hanya dengan mengumpulkan email / WA teman-teman dan saudara kita tanpa harus mengeluarkan biaya fotocopy lagi.

Tanggapan OJK
Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Industri Keuangan Non-bank (IKNB) dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Sulutgomalut, Ahmad Husain mengatakan, masyarakat harus waspada dan mencermati lebih dulu penawaran investasi.
"Yang jelas ini bukan skema investasi yang benar dan sesuai ketentuan yang diatur oleh OJK," ujar Ahmad, Minggu (7/6/2019).
Ahmad mengatakan, penawaran itu mirip 'money game', dimana uang yang dihimpun dan dibagikan berdasarkan member (peserta) yang direkrut.
"Semakin banyak member semakin besar keuntungan padahal tidak ada produk yg dijual. Ini ciri ciri investasi bodong," ujar Ahmad.
Katanya, model investasi seperti Program Berbagi Berkah seperti ini memang tidak menjadi ranah pengaturan dan pengawasan OJK.
"Karena tidak ada lembaganya yang mengajukan perizinan menghimpun dana masyarakat ke OJK," kata Ahmad.
Humas OJK Sulutgomalut, Mouren Monigir menambahkan, masyarakat harus hati-hati menyikapi tawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil tak wajar.
"Tak ada produk yang ditawarkan, bunga keuntungannya tak wajar, lebih dari 100 persen. Memang cuma Rp 100 ribu tapi berpotensi merugikan," kata Mouren.
Lanjutnya, ada hal yang perlu diberi perhatian oleh masyarakat yakni data-data pribadi nasabah diumbar ke media sosial. Dikhawatirkan itu disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
"Kami lihat di situ diwajibkan menulis nama lengkap, nama bank, nomor rekening dan email. Dengan kecanggihan teknologi bisa mengakses layanan perbankan kita. Misalnya internet banking," ujarnya.
Selain itu, Mouren bilang bisa saja penawaran ini adalah cara lain kelompok teroris untuk menghimpun dana melalui media sosial.
"Lalu di medsos disebar foto seorang anak sakit parah dan harus dioperasi membutuhkan dana dan meminta bantuan dan lewat transfer bank," katanya.
Selain itu, perlu diperhatikan, biasanya 'money game' membawa-bawa nama publik figur, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meyakinkan calon peserta.
"Biasanya akan diawali jaminan pengembalian dan layanan mudah diakses serta ada testimoni, kisah sukses dan embel-embel nama Public figur dan tokoh yang katanya juga ikut program itu," katanya.
OJK memastikan akan tetap mengedukasi masyarakat akan pentingnya sifat kehati-hatian dalam menerima penawaran investasi dengan imbal hasil tak wajar.
Follow juga akun instagram tribunmanado
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV