Penderitaan Pdt Melinda Zidemi saat Dibunuh Kedua Tersangka: Memohon-mohon hingga Dicekik 30 Menit

Penderitaan Melinda Zidemi saat Dibunuh Kedua Tersangka: Memohon-mohon hingga Dicekik 30 Menit

Penderitaan Pdt Melinda Zidemi saat Dibunuh Kedua Tersangka: Memohon-mohon hingga Dicekik 30 Menit
KOLASE TRIBUNMANADO/FACEBOOK Melinda Zidemi
Mayat Pendeta Melinda Zidemi Ditemukan di Sungai Baung OKI, Diduga Dibunuh dan Diperkosa 

Tersangka Nang mengakui berniat memerkosa namun itu tidak jadi dilakukan sebab korban mengatakan dirinya sedang datang bulan.

"Kami tidak perkosa dia. Dia bilang begitu waktu saya mencekiknya. Dia sempat mohon jangan dibunuh,"ucapnya.

Pelaku merasa kalap dan akhirnya melakukan pembunuhan, sebab korban yang sempat melawan tanpa sengaja menarik penutup wajah yang digunakan tersangka Hendri.

"Kami bunuh korban dengan cara dicekik. Saya sama Hendri bersama-sama mencekiknya,"ujar dia.

Dia mengungkapkan tak memerkosa korban, tapi mencabuli menggunakan jari.

"Korban melawan. Dia sempat bilang 'jangan perkosa, saya lagi menstruasi'. Pas saya colek itu memang ada pembalut korban," bebernya

Korban berkali-kali memohon agar tak diperkosa bahkan memohon tak dibunuh.

3. Pura-pura Ikut Mencari Korban

Kedua tersangka mengaku sempat berpura-pura ikut mencari Melinda Zidemi saat calon pendeta itu dikabarkan dihadang orang di jalan pada Senin sore.

"Ya kami ikut pura-pura mencari pak," kata tersangka Nang.

Padahal saat itu Melinda sudah mereka bunuh dan jenazahnya ditemukan esok pagi.

Tanpa rasa bersalah tersangka Nang dan Hendri sempat ikut mencari korban yang tidak pulang ke messnya hingga malam hari.

"Jadi kami setelah melakukan pembunuhan, langsung balik ke mess. Malamnya kami dengar kalau ada yang hilang," ujar pelaku Nang

Pada malam kejadian, Senin (25/3) saat warga heboh mencari korban, kedua pelaku ikut bergabung dengan warga Divisi 4 guna mencari keberadaan sang Vikaris.

"Malam itu waktu dikabarkan ada warga yang hilang, kami ikut berkumpul. Kami berjalan ke kebon bersama warga," jelasnya.

Sepulang mencari, kedua tersangka sedikit bernafas legah, dan kembali ke mess karyawan untuk tidur. Baru pagi keesokan harinya, mereka mendengar jika korban sudah ditemukan tidak bernyawa.

"Paginya kami baru mendapat kabar kalau korban sudah ditemukan. Hari ditemukan kami tidak bekerja karena warga sedang berduka. Besoknya kami baru bekerja lagi sebelum ditangkap," ujarnya.

4. Sakit Hati Cinta Ditolak

Polisi memastikan motif pembunuhan calon pendeta muda cantik Melinda Zidemi dikarenakan faktor dendam atau sakit hati.

Seorang tersangka mengaku membunuh karena sakit hati karena sebelumnya pernah mengungkapkan perasaan tapi ditolak

Nang (18) dan Hendri (20) membunuh korban karena tidak senang pernah dikatakan korban memiliki wajah yang jelek.

"Karena seperti kita tahu bahwa korban berwajah cantik. Sehingga tersangka Nang menaruh hati padanya. Namun ditolak korban dan mungkin ada kata-katanya yang secara tidak sengaja menyinggung perasaan tersangka," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara

Dari rasa sakit hati itu kemudian muncul niat pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Sebelumnya pihak kepolisian mengamankan 4 orang namun akhirnya 2 orang ini yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka,"ujarnya.

Tersangka Nang mengaku dirinya merencanakan pengadangan terhadap korban yang dikenalnya hampir dua bulan itu. Dia mengajak tersangka Hendri. 

Tersangka Hendri yang mengusulkan untuk agar korban diperkosa. Perencanaan tersebut mereka lakukan seminggu sebelumnya.

 "Saya senang lihat dia kalau lewat sore-sore naik sepeda motor. Pernah saya temui, dia bilang "kamu (wajahmu) jelek'. Awalnya saya mau adang dan diajak masuk ke perkebunan sawit. Teman saya (Hendri) ajak saya perkosa saja sekalian," ungkapnya

5. Seminggu Memata-matai

Tersangka Nang (20), mengaku, mereka sudah mematai-matai korban sejak seminggu sebelum kejadian.

"Ya seminggu sudah kami awasi,"kata Nang yang hanya bisa duduk di kursi roda

Follow juga akun instagram tribunmanado

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV

Editor: Aldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved