Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Karangetang Masih Stabil Beraktivitas

Gunung Karangetang masih terus menunjukkan aktivitasnya. Hingga sore hari tercatat sembilan kali hybrid, Kamis (28/3).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Gunung Karangetang masih terus menunjukkan aktivitasnya. Hingga sore hari tercatat sembilan kali hybrid, Kamis (28/3). 

Laporan Wartawan Tribun, Manado Alpen

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Gunung Karangetang masih terus menunjukkan aktivitasnya. Hingga sore hari tercatat sembilan kali hybrid, Kamis (28/3).

Aktivitas kawah gunung Karangetang tidak terlihat lantaran ditutupi kabut asap.

Secara kegempaan tercatat gempa guguran tejadi sekali dengan amplitudo 5 mm, durasi 40 detik, hybrid enam kali dengan amplitudo 5-9 mm, S-P : 0 detik, durasi 9-15 detik, vulkanik dangkal amplitudo 3-4 mm, durasi : 3-4 detik, vulkanik dalam dua kali dengan amplitudo 10-12 mm, S-P : 0.5 detik, durasi 7-10 detik. Juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25-0.5 mm (dominan 0.25 mm).

Baca: Idrus Marham: Mohon Majelis Hakim Bebaskan Saya

Baca: Saat Kampanye di Bandung, Prabowo Perkenalkan Para Calon Menterinya

Baca: Liga Italia - Demi Masa Depan dan Tak Mau Berjudi, Cristiano Ronaldo Pergi ke Barcelona

Pada sore hari, puncak gunung Karangetang pun tak terlihat lantaran masih tertutup kabut tebal.

Untuk kegempaan tercatat hembusan terjadi dua kali dengan amplitudo 4-5 mm, durasi  17-20 detik, hybrid sebanyak 3 kali dengan amplitudo 3-6 mm, S-P : 0 detik, durasi  10-15 detik, vulkanik dangkal dua kali amplitudo 4-5 mm, durasi 3-5 detik, tektonik jauh 2 kali, amplitudo 5-30 mm, S-P15 detik, durasi 65-85 detik. Microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm dominan 0.25 mm.

"Untuk status gunung Karangetang tetap pada level III atau siaga," jelas Aditya Gurasali petugas pos PGA Karangetang.

Sedangkan rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Baca: Berikan Jam Komandan, Inilah Penekanan Plh Danramil Bintauna kepada Anggota

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved