Berita Sitaro
2 Kawah Gunung Karangetang Terlihat Masih Keluarkan Asap
Dua puncak kawah gunung Karangetang, Kepualaun Sitaro, Sulawesi Utara, keluarkan asap, Selasa (26/03/2019) pagi.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Alexander Pattyranie
2 Kawah Gunung Karangetang Terlihat Masih Keluarkan Asap
TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Dua puncak kawah gunung Karangetang, Kepualaun Sitaro, Sulawesi Utara, keluarkan asap, Selasa (26/03/2019) pagi.
Kawah utama terlihat asap kawah bertekanan kuat berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150-200 meter di atas puncak kawah. Sedangkan kawah dua terlihat asap putih tebal setinggi 75-100 meter.
Dari aktivitas kegempaan, terekam gempa hybrid tujuh kali dengan amplitudo 6-24 mm, S-P : 0 detik, durasi 5-11 detik, vulkanik dalam 2 kali dengan amplitudo 28-35 mm, S-P : 1-1.5 detik, durasi 13-15 detik, dan terktonik jauh dua kali dengan amplitudo 18-46 mm, S-P : 20 detik, durasi 45-65 detik.
Microtremor juga terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).
"Status gunung Karangetang tetap pada level III atau siaga, karena aktivitasnya masih fluktuatif," ujar Yudia Tatipang Kepala pos PGA Karangetang.
Sedangkan rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati, melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.
Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.
Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
(Tribun Manado/Alpen Martinus)
BERITA POPULER:
Baca: Ini Penjelasan Atasan Honorer di Manado yang Meninggal Dunia Akibat Tekanan Kerja
Baca: Kesedihan Tasya Kamila yang Harus Potong Cincin Kawin Jelang Kelahiran Anak Pertama
Baca: Azan Berkumandang saat Kampanye di Manado, Prabowo: Ada Kesempatan Saya Minum Kopi
TONTON JUGA: