Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Pekerja Pajeko di Bolsel, Aspim Setiap Hari Pikul 25 Karung Es Batu

Wajahnya memerah, guntingannya cepak, namun badannya kurus. Ia tampak membungkuk, dan tangannya terlihat membiru.

Penulis: Nielton Durado | Editor:
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Aspim saat angkut es batu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Wajahnya memerah, guntingannya cepak, namun badannya kurus. Ia tampak membungkuk, dan tangannya terlihat membiru.

Itulah sekilas gambaran tentang fisik dari Aspim warga Sanaga Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut).

Aspim adalah satu dari sekian banyak pekerja di Pajeko (kapal penangkap ikan) di Bolsel. Pria 24 tahun itu menghabiskan separuh waktunya di lautan untuk menangkap ikan.

Kepada Tribunmanado.co.id, Sabtu (16/3/2019) Aspim mengatakan menghabiskan 17 jam di laut dalam sehari.

"Perginya pukul 14.00 Wita, dan pulang esok harinya pukul 07.00 Wita," bebernya.

Baca: Kisah Samsudin, Penjahit Pukat Kapal Pajeko, Sabar Menjahit Ribuan Meter hingga Bisa Bangun Rumah

Aspim mengaku bekerja untuk membantu biaya sekolah adiknya yang masih SD. "Karena orang tua sudah agak berumur, jadi saya bantu cari uang sekolah adik," beber dia.

Dalam sebulan, gaji Aspim tak menentu. "Kalo dapat ikan banyak gajinya bisa sampe Rp 1.600.000, tapi kalo sedikit paling cuma Rp 800.000," aku dirinya.

Dirinya juga sering merasa keram di bahunya lantaran memikul es batu ke kapalnya. "Sehari bisa 25 karung es batu, sering rasa keram. Tapi itu sudah resiko," ucapnya.

Baca: Nelayan Kapal Pajeko Sulut Ternyata Sudah Kantongi Surat Izin Penangkapan Ikan dari KKP

Latar belakang pendidikan yang hanya SMP membuatnya sulit mencari pekerjaan. "Bisanya cuma melaut. Jadi saya nikmati saja," katanya sambil tertawa.

Meski demikian, dirinya mengaku orang-orang di Pajeko sudah seperti keluarganya. "Semua sudah seperti keluarga, biasanya kalau makanan habis saling berbagi. Tidak terasa sudah empat tahun saya di sini," ungkapnya dengan rasa bangga.

Meski memiliki penghasilan yang pas-pasan saja, namun Aspim tetap bersyukur. "Bersyukur saja, daripada mencuri lebih baik kerja seperti ini," tegasnya. (nie)

Berita Populer: Niko Ditangkap 1 Jam Setelah Penikaman Siswa SMA Aquino Manado, Polisi: Pengembangan Kasus Berbeda

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved