Berita Sitaro

Guguran Masih Terpantau di Gunung Karangetang

Gunung Karangetang, Kepuluauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih terus beraktivitas, meski cenderung rendah.

Guguran Masih Terpantau di Gunung Karangetang
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS
Guguran Masih Terpantau di Gunung Karangetang 

Guguran Masih Terpantau di Gunung Karangetang

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Gunung Karangetang, Kepuluauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih terus beraktivitas, meski cenderung rendah.

Berdasarkan pantauan petugas PGA Karangetang, pada Kamis (14/03/2019) pagi hingga siang, ada asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah. Juga asap ke II putih tipis sekita 25 meter.

Sementara aktivitas kegempaan, guguran masih terjadi enam kali dengan amplitudo 3-6 mm, durasi 40-60 detik, hembusan 5 kali, amplitudo 3-5 mm, durasi 17-20 detik, vulkanik dangkal 8 kali, amplitudo 3-5 mm, durasi 3-5 detik.Vulkanik dalam sekali dengan 17 mm, S-P 0.5 detik, durasi 15 detik, terktonik jauh 2 kali, amplitudo 25-52 mm, S-P 12-17 detik, durasi 75-130 detik. Juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Sementara siang hingga malam hari pada puncak gunung terlihat asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meteran di atas puncak kawah. Juga asap kawah dua putih sedang, tinggi sekitar 50 meter.

Aktivitas kegempaan terekam guguran lima kali dengan amplitudo 3-5 mm, durasi 35-45 detik, hembusan tiga kali dengan amplitudo 5-8 mm, durasi 20-25 detik, tektonik jauh 2 kali, amplitudo 8-52 mm, S-P 18 detik, durasi 55-95 detik.

Microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Belum ada perubahan status gunung, masih pada level III atau siaga," jelas Didi Wahyudi petugas PGA Karangetang.

Rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati, melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

(Tribun Manado/Alpen Martinus)

BERITA POPULER:

Baca: Instagram dan Facebook Down, Tak Bisa buat Status, Unggah Foto, Facebook Sebut karena Serangan DDoS

Baca: Oknum Sekuriti Ditangkap Polisi Setelah Memerkosa Karyawati di Manado, Korban: Saya Takut dan Malu

Baca: Sepatu yang Digunakan Syahrini Saat Melakukan Jumpa Pers Disoroti. Netizen: Ngak Terlalu Mahal

TONTON JUGA:

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved