Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom Sibolga, Istri Terduga Teroris Abu Hamzah Ledakkan Diri Bersama 3 Anaknya

Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah alias Upang diduga meledakkan diri sehingga tewas bersama tiga orang anaknya yang juga ada di dalam ruma

Editor: Aldi Ponge
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Warga panik saat ledakan keras terjadi dua kali pada dini hari 

Setelah penangkapan Husain, polisi melakukan pemeriksaan di kediamannya.

"Saat dilakukan pengecekan awal di rumah terduga pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB, terjadi bom meledak yang melukai petugas," ujar Iqbal.

Jenderal polisi bintang dua tersebut menambahkan di lokasi ledakan masih ada istri dan anak Husain.
Menurutnya, Densus tengah melakukan upaya negosiasi agar istri dan anak terduga teroris menyerahkan diri.

"Petugas dibantu tokoh masyarakat, tokoh agama, setempat sedang negosiasi agar yang di dalam rumah menyerahkan diri," ucap Iqbal.

Seorang tokoh agama di Sibolga Ustaz Zainun melakukan upaya persuasif berbicara lewat pengeras suara masjid. Dia meminta istri terduga teroris untuk segera menyerahkan diri.

"Menyerahlah, ingat anakmu. Jangan kau korbankan anakmu. Bicarakan baik-baik kalau ada masalah. Tidak ada agama yang mengajarkan hal yang begitu. Menyerahlah," kata Zainun.

Iqbal menjelaskan, penangkapan Husain hasil pengembangan penyelidikan kasus terorisme yang sudah diungkap sebelumnya. Namun, ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh agar tidak mengganggu proses penyelidikan.

"Jelas terduga pelaku tindak pidana terorisme yang sudah ditangkap ada kaitannya (dengan kasus terorisme). Nanti beberapa kaitannya akan kami rilis," katanya dikutip dari Kompas.com.

Berkerumunan

Warga masih berkumpul di lokasi kejadian penangkapan terduga teroris hingga malam.

"Tempat kita berdiri ini, bukan lokasi sebenarnya. Ada sekitar 150 meter lagi ke lokasi penangkapan itu," kata warga sekitar yang mengenakan kaus berkerah warna abu-abu, Selasa malam.

Pria paruh baya, yang enggan menyebutkan namanya tersebut, menyatakan, tahu ada ledakan saat mengikuti kegiatan di Lapangan Maremare.

"Saat itu, saya lagi mengikuti kegiatan Wakil Wali Kota Sibolga. Terus ada yang bilang ada ledakan di Jalan Cendrawasih. Makanya saya ke sini," ujarnya.

Pantauan di lapangan, masyarakat masih memadati lokasi kejadian, meskipun jaraknya sekitar 150 meter dari TKP. Sebab, pihak kepolisian melarang warga mendekati lokasi ledakan, yang persis di depan Masjid Al-Mukhlisin.

Bawa Amunisi
Pada hari yang sama di Kota Yogyakarta, seorang pria membawa amunisi mendatangi Markas Komado (Mako) Satuan Brimob Polda DIY.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved