Ternyata 5 Bahan Ini Juga Mengandung Plastik, Gak Cuma Kantong Kresek Loh!
Sejak tanggal 1 Maret, minimarket di Indonesia tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis demi mengurangi sampah plastik.
"Fashion memberi tahu kita bahwa kita dapat memiliki apa pun yang kita inginkan, bahwa kita tidak ingin membunuh hewan untuk memiliki bulu kita," ucap Creagh.
Namun Creagh menambahkan, semua itu mengakibatkan peningkatan emisi karbon yang dihasilkan dari proses ekstraksi bahan untuk alternatif pengganti bulu binatang asli.
5. Glitter
Ini mungkin terlihat tak masuk akal. Namun, benda berkilau itu sebagian besar terbuat dari plastik.
Oleh karena itu, para ilmuwan pada November 2017 menyerukan agar item berkilau itu dilarang karena dampaknya pada lingkungannya.
"Saya pikir semua glitter harus dilarang, karena ini plastik," kata antropolog lingkungan bernama Dr Trisia Farrelly saat itu.
Menurutnya, glitter berbahan plastik ini juga terdapat pada kosmetik yang kerap digunakan banyak orang.
Glitter juga kerap dipakai sebagai bahan kostum. Lebih dari 60 festival di Inggris telah berjanji untuk melarang glitter sebagai bagian dari komitmen untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai di tahun 2021.
Sayangnya, ini bukan hal yang mudah karena tak semua orang sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan.
Untungnya, beberapa perusahaan berupaya untuk menciptakan alternatif berkelanjutan dengan memakai bahan ramah lingkungan dan biodegradable.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Hanya Kantong Kresek, ini 5 Bahan Mengandung Plastik"
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Wisnubrata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/teh-celup_20180321_112139.jpg)