Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Raya Nyepi 2019

Hari Raya Nyepi, Kelurahan di Manado Ini Ikut Sepi

Warga di sana umumnya beragama Kristen. Mereka bahkan turut berjaga untuk memastikan kekhusyukan ibadah Nyepi.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: maximus conterius
Tribun Manado
Festival Ogoh-ogoh menandai perayaan Nyepi bagi umat Hindu. Foto pawai Ogoh-ogoh di Manado pada 2018 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Raya Nyepi, Kamis (6/3/2019), begitu terasa di Kelurahan Taas Lingkungan 4, Kecamatan Tikala, Kota Manado.

Meskipun tak semua warganya penganut Hindu, warga pemeluk agama lain di kelurahan itu mewujudkan toleransi.

Maklum ada seratus warga Hindu di sana serta sebuah pura bernama Jagaditha yang merupakan satu-satunya pura di Manado.

Warga di sana umumnya beragama Kristen. Mereka bahkan turut berjaga untuk memastikan kekhusyukan ibadah Nyepi.

Tribunmanado berkunjung ke dua rumah milik umat Hindu yang berhadapan di kelurahan itu.

Rumah satunya memiliki pagar berelief mirip pura. Rumah satunya lagi memiliki perabotan khas Hindu di bagian pelataran.

Kedua rumah sepi. Pintunya tertutup.

"Kalau malam pasti gelap saat sedang nyepi," kata Thomas, seorang warga.

Baca: Turis Ramai-ramai Nonton Ogoh-ogoh Jepang Nyepi di Manado

Baca: Hadiri Pawai Ogoh-ogoh, Bupati Bolmong Minta Umat Hindu Doakan Korban Tambang di Bakan

Thomas kala itu sedang membakar sampah di tepi jalan tak jauh dari kedua rumah itu.

Selain bakar sampah, ia juga sementara mengawasi kedua rumah itu.

"Mereka pulang ke Bolmong. Tahun ini merayakan Nyepi di sana," kata dia.

Menurut dia, ia menjaga agar jangan sampai pencuri masuk ke rumah itu.

Kata Thomas, warga setempat sangat toleran dengan warga Hindu yang merayakan Nyepi. Warga akan mengurangi kebisingan.

"Kepada warga luar yang kebetulan datang, kami misalnya minta jangan ribut atau memelankan kendaraan," kata dia.

Sebut dia, toleransi di tempat itu sudah berlangsung lama. Bak bunga yang mekar tanpa bantuan musim, begitulah ia melukiskan toleransi di sana.

"Kami warga Taas bangga dengan ini," kata dia.

BERITA POPULER:

Baca: Sekelompok Pemuda Aniaya Anggota Polda Sulut dengan Sajam, Bermula dari Keributan di Tempat Makan

Baca: Perpustakaan dan Museum Paroki St Petrus Langowan Sudah Ada

Baca: 7 Fakta Pembunuhan Alfons Tilaar, PNS BKP Sulut: Korban Dipukuli Batu Berkali-kali di Wajah

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved