Gunung Karangetang Semakin Tenang

Gunung api Karangetang semakin tenang, terbukti dengan aktivitasnya yang terus berkurang.

Gunung Karangetang Semakin Tenang
tribun manado/alpen martinus
Gunung Karangetang 

Gunung Karangetang Semakin Tenang

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Gunung api Karangetang semakin tenang, terbukti dengan aktivitasnya yang terus berkurang.

Kamis (6/3) pagi, petugas PGA Karangetang tak bisa mengamati puncak gunung karena terhalang manusia asap.

Namun secara kegempaan, tercatat ada guguran terjadi meski hanya dua kali dengan amplitudo 4-5 mm berdurasi 19-21 detik.

Hembusan terjadi tiga kali dengan amplitudo 4-6 mm berdurasi 16-22 detik, dan vulkanik dangkal terjadi dua kali dengan amplitudo 5-9 mm berdurasi 6 detik.

Baca: Ini Kata Kapolsek Saat Mediasi Bersama Managemen Tasik Ria Resort

Baca: Arsenal Dan Chelsea Akan Main Malam Ini, Di Liga Europa RCTI, Baca Jadwal Siaran Langsung Disini

Baca: Kepala Dinas Sumenep Terciduk Selingkuh oleh Isterinya, Bupati Sumenep Belum Tetapkan Sanksi

Vulkanik dalam juga terekam sekali terjadi dengan amplitudo 22 mm S-P1.5 detik, durasi 10 detik, tektonik jauh sekali terjadi dengan amplitudo 3 mm, S-P tidak terbaca, durasi 110 detik.

Tremor menerus atau microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Tingkat aktivitas gunung Karangetang masih pada level III," jelas Yudia Tatipang Kepala PGA Karangetang.

Sementara untuk rekomendasi masih belum berubah warga masih tetap yaitu dilarang mendekati, melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Baca: Catat Jadwal Lengkap dan Link Live Streaming MotoGP 2019

Baca: Kepala Dinas Sumenep Terciduk Selingkuh oleh Isterinya, Bupati Sumenep Belum Tetapkan Sanksi

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (Amg)

Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved