Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harta Karun Masa Kuna Itu Masih Terpendam di Bawah Kuburan Dusun Krapyak

Harta karun diduga kuat dari masa Mataram Kuna itu terpendam di bawah kuburan Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten

Editor: Chintya Rantung
tribun jogja
Ada bebatuan besar mirip bagian candi (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumarga) 

Harta Karun Masa Kuna Itu Masih Terpendam di Bawah Kuburan Dusun Krapyak

Harta karun diduga kuat dari masa Mataram Kuna itu terpendam di bawah kuburan Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten 
 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO – Harta karun diduga kuat dari masa Mataram Kuna itu terpendam di bawah kuburan Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten.

Jejak-jejak artefaknya sudah banyak yang muncul ke permukaan. “Namun saya yakin masih banyak harta karun lain di bawah sana,” kata Setyo Purwanto (45), warga Krapyak.

Baca: Rahasia Cinta Syahrini & Reino Barack Terbongkar, Mbak You: Tumbuh Sejak Masih Pacari Luna Maya

Baca: Begini Cara Benar Membedakan Madu Murni dan Campuran

Baca: Google Maps and Youtubes History. Kalian Harus Tahu !

 
Harta karun seperti apakah wujudnya? Dilihat dari yang sudah ada dan tersisa di permukaan, harta karun itu kemungkinan bangunan suci atau candi berukuran cukup besar.

“Posisinya terkubur di kedalaman minimal 1,2 meter. Tiap kita bikin liang lahat, di kedalaman itu kita ketemu seperti lantai, batu persegi ditata saling mengunci,” kata Purwanto, Selasa (5/3/2019).

Beberapa artefak besar kini teronggok di sejumlah lokasi di Dusun Krapyak. Ada sebuah dorpel atau ambang pintu dari batu andesit persegi. Ukurannya sekitar 120x65 cm.

Artefak yang ditemukan Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumarga)
Dorpel itu digeletakkan di pojok kuburan di belakang masjid dusun. Sebuah batu bertakik juga tergeletak begitu saja di tepian timur makam.

“Dorpel itu sudah lama naiknya, saya lupa kapan, tapi dulu ditemukan saat penggalian oleh para pemuda,” lanjut tokoh pemuda Dompyongan ini.

Di pekarangan rumah keluarga Purwanto, juga bertumpuk-tumpuk batu bertakik, batu berelief sulur, serta sebuah antefik candi yang bentuknya sangat khas.

Sejumlah petunjuk ditemukan di Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumarga)
“Itu dulunya tersebar di dekat kuburan. Lalu saya pindahkan ke sini supaya tidak ikut dihancurkan,” lanjut pria penghobi bonsai ini.

Dihancurkan? “Ya, dihancurkan baik saat missal menggali liang lahat, untuk pondasi pagar atau rumah, dan ada yang diangkut truk untuk bahan bangunan,” imbuhnya.

Sejumlah petunjuk ditemukan di Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumarga)
Sebagian besar batu-batu dari bawah kuburan yang sudah dinaikkan, kini tertanam di sepanjang pagar batu jalan di pedusunan tersebut.

Misteri Candi-candi yang Saling Membelakangi, Mungkinkah Ini Petunjuk Ibukota Mataram Kuno?

Pekarangan Mbah Lurah Ngrundul Ini Penuh Artefak dari Masa Mataram Kuna

Jejaknya terlihat jelas jika mencermati bagian-bagian pagar batu itu. Ada bagian-bagian sisa batu bertakik, dan juga sisa batu berelief yang kini mulai aus di pagar jalan itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved