Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dua Tuntutan Perjuangan Permesta Sudah Terwujud Saat Ini

Untuk melihat Permesta dalam konsep idealnya harus merujuk pada piagam yang dihasilkannya pada 2 Maret 1957 bukan pada masa perangnya.

Tayang:
Penulis: | Editor: maximus conterius
ISTIMEWA
Para peserta seminar “Sejarah dan nilai-nilai perjuangan rakyat semesta demi keutuhan NKRI” yang digelar Perkumpulan Perjuangan Permesta di Kampus IBM ASMI, Jalan Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (2/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Diberi label sebagai gerakan pemberontakan, dua tuntutan perjuangan Permesta justru sudah terwujud di masa sekarang ini.

Hal itu terungkap dalam seminar Permesta bertema “Sejarah dan nilai-nilai perjuangan rakyat semesta demi keutuhan NKRI” yang digelar Perkumpulan Perjuangan Permesta di Kampus IBM ASMI, Jalan Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (2/3/2019).

Seminar digelar bertepatan dengan hari ulang tahun deklarasi Piagam Permesta pada 2 Maret 1957.

Dalam kegiatan ini juga diputarkan audio narasi proklamasi Piagam Permesta yang disuarakan langsung oleh Ventje N Sumual, tokoh Permesta.

Seminar menghadirkan sejumlah tokoh di antaranya Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Angelica Tengker, mantan Penjabat Gubernur Sulut Soni Soemarsono, mantan Rektor Unsrat Lucky Sondakh, Benny Tengker, JF Warow, dan Dr Benni E Matindas.

Baca: Seminar Permesta di Jakarta, Sondakh: Seandainya Sam Ratulangi Tak Meninggal

Baca: Seminar Permesta di Jakarta, Angelica Tengker: Kami Bukan Anak-anak Pemberontak!

Menurut Benny Tengker, tuntutan Permesta yang sudah terlaksana saat ini adalah otonomi daerah dan pemerataan pembangunan.

“Tapi masih satu yang belum benar-benar terwujud, yakni pemberantasan korupsi yang telah menggerogoti negara bangsa tercinta ini,” kata dia.

JF Warow mengatakan, untuk melihat Permesta dalam konsep idealnya harus merujuk pada piagam yang dihasilkannya pada 2 Maret 1957 bukan pada masa perangnya.

BERITA POPULER:

Baca: Fakta Terbaru Kasus 3 Anak Ditinggalkan Ibunya di Manado, NP Akhirnya Pulang, Ini Pengakuannya

Baca: Jumlah Penambang yang Masih Hilang Lebih dari 10 Orang, Berikut 7 Nama yang Masuk ke BPBD

Baca: Bersantap di Ibis Manado, Rasa Mantap Favourite Rahang Tuna

Sementara Dr Benni E Matindas mengungkapkan keingintahuan tokoh Gunawan Mohamad tentang pemakaian nama “semesta” dalam Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta).

Kata Matindas, semesta mengambil makna dari kata “universum” yang artinya semesta dan holistik.

"Tapi bukan soal geografis mondial, melainkan dalam arti totalitas kehidupan, seperti dihayati masyarakat Minahasa menghayati nilai-nilai budayanya. Jadi, bukan hanya soal ekonomi tapi juga militer dan semua segi lainnya. Termasuk ideologi dan agama," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved