Sulawesi Utara

Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute

Sekitar kurang lebih 187,2 juta ton sampah plastik baik itu di lautan maupun di daratan.

Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute
ISTIMEWA
Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute 

Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Indonesia merupakan penyumbang sampah terbesar kedua di dunia.

Dari rilis yang diterima Tribunmanado.co.id, Rabu (27/02/2019), Sekitar kurang lebih 187,2 juta ton sampah plastik baik itu di lautan maupun di daratan.

Maka dari itu, beberapa anak muda dari berbagai daerah menyelenggarakan workshop mengenai climate vlogger.

Apa sih itu climate vlogger?

Climate vlogger itu terbentuk karena keresahan dari beberapa anak muda yang ingin mengampanyekan tentang perubahan iklim dari berbagai sudut, karena yang kita tau sekarang mode digital itu sedang merebak di kalangan anak muda seperti vlogger.

Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute
Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute (ISTIMEWA)

Pada kesempatan kali ini Workshop Climate Vlogger diadakan di Manado.

Kenapa Manado?

Karena yang kita tau daerah Manado itu memiliki potensi pariwisata makanya pada penyelengaraan Workshop Climate Vlogger mengambil tema Ocean Waste yang diadakan selama 3 hari mulai dari tgl 25-27 februari 2019 di Hotel Mercure, Tateli, Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara, yang diikuti 21 peserta dari berbagai daerah seperti Manado, Tondano, Boltim, Kotamobagu, Gorontalo sampai Jember Jawa Timur.

Mereka diberikan pelatihan mengenai cara mengatasi sampah yang ada di lautan dan menyuarakan perubahan iklim lewat media sosial karena anak muda sekarang lebih condong ke medsos.

Menurut pengakuan putri panitia Workshop Climate Vlogger, "anak muda sekarang lebih peka karena anak kecil sekarang aja udah tau cara membuang sampah dan memilah sampah, dan sekarang pun komunitas sudah banyak yang ikut dalam kegiatan seperti tersebut".

Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute
Manado Kedatangan Komunitas Climate Institute (ISTIMEWA)

Jadi, diharapkan dalam kegiatan ini lebih banyak lagi anak muda yang sadar akan lingkungan sekitar, kegiatan seperti climate vlogger dapat menyadarkan banyak masyarakat lewat aktivitas media sosial yang mereka genggam bahwa kurangi pemakaian plastik.

(*)

BACA JUGA:

Baca: Wow Desa ini Jadi Kaya Raya Karena Beternak Ular

Baca: Terungkap Alasan Kenapa Tak Ada yang Bisa Abadikan Wajah Syahrini & Reino Barack saat Akad Nikah!

Baca: Cerita Deni Mamonto, Korban Longsor di Tambang Bakan yang Selamat: Banyak Suara Minta Tolong

TONTON JUGA:

Editor: Alexander Pattyranie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved