Bertemu dengan Dubes Amerika untuk Indonesia, KPK Bicara Soal Saksi Kunci Korupsi E-KTP
KPK bicara soal Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi pengadaan e-KTP yang ditemukan tewas di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat
Kepada wawancara sejumlah media lokal, Johannes mengaku memiliki rekaman percakapan orang-orang yang terlibat proyek e-KTP sebesar 500 gigabyte. Isi rekaman memuat seluruh tersangka yang berperan dalam mega korupsi e-KTP, termasuk dengan Setya Novanto.
“Mau jerat siapa lagi? Saya punya rekamannya,” kata Johannes.
KPK pun sudah pernah dua kali memeriksa Johannes di dua tempat yang berbeda yakni di Amerika Serikat dan Singapura. Walaupun belakangan, Johannes mengaku rekaman itu tidak ingin ia beberkan ke publik.
Saat itu, ia mengaku rekaman itu hanya diperdengarkan ke media, tetapi bukan untuk ditulis. Itu sebabnya, ia mengaku kecewa terhadap hasil wawancara dengan media tersebut. Sebab, posisinya sebagai saksi kunci justru di-blow up. Akibatnya, ia merasa nyawanya terancam pasca wawancara itu.
“Jadi, tolong jangan diplintir lagi. Saya tidak ada kepentingan soal rekaman. Dan ada rekaman SN (Setya Novanto) atau tidak, saya juga tidak tahu. Namanya juga catatan saya,” ujarnya.
Baca: Soal 3 Emak-emak Lakukan Kampanye Hitam, Fadli: Tidak Ada Perintah, Tidak Pernah Ada
3. Saksi ketiga yang meninggal
Johannes Marliem bukan satu-satunya saksi yang meninggal ketika KPK tengah mengusut kasus mega korupsi itu. Ada dua saksi lainnya yang diketahui sudah wafat. Mereka adalah politikus Partai Demokrat Mayor Jenderal TNI (Purn) Ignatius Mulyono dan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar Mustokoweni.
Ignatius meninggal di RS Medistra Jakarta pada 1 Desember 2015. Mantan anggota Komisi III itu meninggal karena penyakit jantung. Sedangkan, Mustokoweni meninggal pada 18 Juni 2010 di RS Elizabeth Semarang, Jawa Tengah.
Dalam surat dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, Ignatius dan Mustokoweni diduga menerima aliran dana dari korupsi proyek KTP Elektronik. Ignatius disebut menerima uang sebesar 258 ribu dollar AS, sedangkan Mustokoweni tertulis menerima 408 ribu dollar AS.
Walaupun kematian Johannes Marliem menjadi pukulan telak bagi KPK, namun lembaga antikorupsi yakin hal tersebut tidak menghambat proses penanganan perkara yang sedang berlangsung.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan link http://www.tribunnews.com/nasional/2019/02/26/kpk-bicara-soal-johannes-marliem-saksi-kunci-korupsi-e-ktp-yang-tewas-di-amerika?page=all.