Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

150 Orang Tewas usai Pesta Alkohol di India: Begini Ceritanya

Minuman keras menelan korban jiwa. Jumlah korban tewas akibat menenggak minuman keras beracun di India terus bertambah secara drastis.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kompas.com
Sejumlah korban keracunan massal alkohol ilegal di negara bagian Assam tengah dirawat di rumah sakit di Jorhat. Sebanyak 150 orang telah tewas akibat menenggak minuman alkohol ilegal sejak Kamis (22/2/2019) malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, GOLAGHAT - Minuman keras kembali menelan korban jiwa. Jumlah korban tewas akibat menenggak minuman keras beracun di India terus bertambah secara drastis. Dalam insiden terbaru yang dilaporkan pada Jumat (22/2/2019) dengan jumlah korban tewas 25 orang, hingga Minggu (24/2/2019) telah meningkat menjadi lebih dari 150 orang tewas.

Jumlah tersebut masih dikhawatirkan bertambah dengan sekitar 200 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Assam. Insiden keracunan alkohol massal ini terjadi di distrik Golaghat, negara bagian Assam. Para korban diketahui merupakan pekerja di sebuah perkebunan teh. Mereka mengonsumsi miras beracun yang dibeli pada Kamis (21/2/2019) malam.

"Sebanyak 85 orang yang dirawat di distrik Golaghat telah tewas. Sekitar 100 orang lainnya masih menjalani perawatan," kata Dhiren Hazarika, wakil komisaris distrik Golaghat yang paling parah terdampak, Minggu (24/2/2019).
Sementara korban tewas lainya diketahui terjadi di distrik tetangga, Jorhat, dengan jumlah korban meninggal mencapai 71 orang, hingga Minggu sore.

"Sekitar 131 orang, termasuk 13 pasien dalam kondisi kritis, masih menjalani perawatan di rumah sakit Jorhat," kata menteri kesehatan utama negara bagian Assam, Samir Sinha, kepada AFP. Sinha menambahkan, banyak pasien yang mendatangi rumah sakit akibat dampak ketakutan psikologis karena melihat jumlah korban yang terus berjatuhan.

"Banyak dari mereka mendaftar untuk pemeriksaan di fasilitas medis setempat yang membeli alkohol ilegal empat atau lima hari lalu. Mereka datang karena merasa khawatir," ujarnya.

Sementara pihak kepolisian melaporkan, para korban mulai berjatuhan setelah mengonsumsi miras ilegal pada Kamis malam, beberapa adalah wanita.

Dokter mengatakan, para korban dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan muntah berat, nyeri dada parah, dan sesak napas. Setidaknya 10 orang telah ditangkap berkaitan dengan kasus keracunan alkohol massal kali ini.

"Total sudah 10 orang yang ditangkap. Kami juga sudah mengirimkan sampel minuman keras yang dicurigai ke laboratorium. Kami masih menunggul hasilnya," kata Mukesh Agarwala, direktur jenderal kepolisian tambahan negara bagian Assam.

Sementara Menteri Utama Assam, Sarbananda Sonowal telah memerintahkan penyelidikan atas insiden keracunan alkohol massal kali ini. Selain menangkap para tersangka membuat dan penjual, pemerintah negara bagian juga menjatuhkan sanksi skorsing kepada dua pejabat departemen cukai yang dinilai telah gagal mencegah penjualan alkohol ilegal.

Insiden kematian akibat minuman keras palsu ini terjadi kurang dari sebulan dari kejadian serupa yang menewaskan sekitar 100 orang di negara bagian Uttar Pradesh dan Uttarakhand. 

25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Minuman beralkohol ilegal kembali menelan korban jiwa di India. Kali ini sebanyak 25 pekerja perkebunan teh dilaporkan tewas beberapa jam setelah mengonsumsi miras palsu.

Menurut laporan kepolisian yang dilansir AFP, Jumat (22/2/2019), para korban tewas dalam kasus kali ini adalah para pekerja pemetik daun teh di perkebunan teh Salmora di distrik Golaghat, negara bagian Assam. Ditambahkan laporan tersebut, sebanyak 15 korban tewas adalah perempuan.

Selain itu puluhan pekerja lainnya juga mengalami keracunan dan harus dirawat di rumah sakit. Sebagian besar korban yang dirawat mengeluhkan sakit perut dan mengalami muntah-muntah.

"Kami mencoba memberi pertolongan kepada sejumlah korban namun gagal menyelamatkan nyawa mereka," ujar dokter Ganesh Bora, dokter senior di rumah sakit Jorhat Medical College.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved