HUT ke-80 Pierre Tendean, Inilah Cerita Kakak dan Adiknya: Seandainya Pierre Masih Hidup

HUT ke-80 Pierre Tendean, Inilah Cerita Kakak dan Adiknya: Seandainya Pierre Masih Hidup

HUT ke-80 Pierre Tendean, Inilah Cerita Kakak dan Adiknya: Seandainya Pierre Masih Hidup
Pierre Tendean 

Seandainya Pierre Tendean masih hidup, tahun ini usianya genap lima puluh tahun. Namun, nasib menghendakinya lain. Ia meninggal dalam usia relatif muda.

Kakaknya, Ny. Mitzi Farre, dan adiknya, Ny. Roos Jusuf Razak (sekarang ketua Yayasan Sayap Ibu), tetap menyimpan berbagai kenangan.

Antara lain bahwa Pierre Tendean pernah menjadi pengemudi traktor. Reuni SMA di Jakarta .... Seperti umumnya reuni, banyak sekali kenangan manis yang terungkap.

Dalam kegembiraan itu saya juga bertemu dengan teman-teman Pierre dan tiba-tiba saya merasa sedih.

Seandainya Pierre masih ada .... Tapi Pierre sudah lama pergi dan namanya kini dipakai untuk nama jalan.

Ulang tahun ibu

Tanggal 30 September adalah hari ulang tahun ibu kami. Beberapa hari sebelum tanggal 30 September 1965, Pierre memberi tahu ia tidak bisa pulang ke Semarang untuk merayakan hari itu bersama seluruh keluarga, karena ia harus bertugas sampai siang hari.

Pierre adalah salah seorang ajudan Jenderal A.H. Nasution. Ia berjanji akan pulang bersama suami saya keesokan harinya, tanggal 1 Oktober.

Tanggal 1 Oktober 1965, ketika suami saya datang menjemput ke rumah Pak Nas di Jl. Teuku Umar, ia heran sekali karena banyak tentara berjaga-jaga.

Suami saya bahkan ditodong dengan senjata ketika memasuki rumah Pak Nas. Pierre tidak ada. Kata salah seorang penjaga, Pierre dan Pak Nas sedang pergi bertugas.  

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved