HUT ke-80 Pierre Tendean, Inilah Cerita Kakak dan Adiknya: Seandainya Pierre Masih Hidup

HUT ke-80 Pierre Tendean, Inilah Cerita Kakak dan Adiknya: Seandainya Pierre Masih Hidup

HUT ke-80 Pierre Tendean, Inilah Cerita Kakak dan Adiknya: Seandainya Pierre Masih Hidup
Pierre Tendean 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kapten (Anumerta) Pierre Andreas Tendean yang menjadi satu dari 7 perwira TNI AD yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S),

Pierre adalah anak dari Dokter AL Tendean asal Manado dan Maria Elizabeth Cornet, keturunan Indo-Perancis.

21 Februari 2019 ini harusnya Pierre Tendean berusia ke-80 tahun, jika dia masih hidup.

Dari sepuluh korban yang dibunuh dalam G30S PKI, nama Lettu Pierre Andreas Tendean harusnya tak masuk dalam daftar penculikan dan pembunuhan.

Piere Tendean yang merupakan Ajudan Menteri Pertahanan Jenderal Abdul Haris Nasution.

Pada 1 Oktober dini hari, ia diculik karena dikira Nasution, lalu dibunuh di Lubang Buaya.

Pierre meninggal masih muda dengan berusia 26 tahun. Padahal berencana akan menikah pada November 1965 atau 2 bulan kemudian.

Pemuda tampan keturunan Manado ini, rencananya akan mempersunting gadis cantik asal Medan, Rukmini Chaimin.

Banyak kisah menarik dari korban termuda dalam peristiwa G30S tersebut, seperti dituturkan oleh kakaknya Mitzi Farre dan adiknya Ny Roos Jusuf Razak yang pernah dimuat Majalah Intisari edisi September 1989.

Berikut kisahnya :

Halaman
1234
Editor: Aldi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved