Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menelusuri Buzzer Pilpres di Sulut, Modal Ideologi tanpa Bayaran Bandingkan Gaji Buzzer Nasional

Buzzer media sosial yang marak kerap dianggap sebagai penyebar berita bohong (hoaks) atau berita palsu (fake news), turut meningkatkan polemik

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pengguna media sosial mengakses akunnya untuk mencari informasi dan hiburan, Jakarta, Rabu (20/2/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pilpres dan Pileg 2019 akan digelar serentak pada 17 April mendatang. Namun, semakin hari atmosfer politik makin panas.

Buzzer media sosial yang marak kerap dianggap sebagai penyebar berita bohong (hoaks) atau berita palsu (fake news), turut meningkatkan polemik di dunia maya.

Peran buzzer, pendengung informasi, begitu strategi pada kampanye dunia maya ini.

Kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amien dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terlibat pertempuran hebat di dunia internet.

Postingan para buzzer ini menimbulkan polemik di masyarakat. Ada yang pro ada yang kontra, bahkan lewat postingan para buzzer, warganet saling serang.

Buzzer di Sulut

Sammy misalnya, buzzer dari kubu Jokowi-Ma'ruf di Sulawesi Utara. Postingan-postingannya di media sosial seperti Facebook dan Instagram mendapat banyak respon netizen.

Warga Manado ini mengaku menjadi buzzer ideologi, tanpa bayaran sepeser pun. Ia dengan sukarela mempromosikan siapa Jokowi dan apa saja yang telah dilakukannya selama ini.

"Jokowi orang baik. Dia sudah bekerja segenap jiwa raga. Kita harus bantu dia. Apapun jangan biarkan Jokowi bekerja sendiri," ujarnya saat berbincang dengan tribunmanado.co.id, Jumat (22/2/2019).

Sammy pun sekarang tergabung dalam relawan pemenangan Jokowi di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin. Sammy banyak berperan sebagai fotografer maupun videografer di tiap kegiatan Jokowi.

Dalam akun media sosial miliknya, Sammy membagikan kegiatan Jokowi dan berita terkait. Dia sering ikut kegiatan Jokowi, sehingga ia pun membagikan foto-foto maupun video langsung dari lapangan.

Sebagai buzzer, Sammy berhadapan dengan orang-orang yang tak sejalan dengannya. Apalagi pendukung Prabowo-Sandiaga. Akun-akun sampai menerornya hingga inbox di Facebook.

Bebeberapa kali pun Facebooknya hendak di-hack oknum tak bertanggung jawab. Bahkan ada dua akun Instagram telah diserang dan tak bisa difungsikan lagi.

Padahal menurut Sammy, di akun tersebut banyak video dan foto yang ia dokumentasikan.

"Ketika saya mendapat serangan, saya katakan pada mereka, apa yang telah Jokowi lakukan pada mereka. Apa Jokowi membuat mereka susah. Banyak yang pada akhirnya diam. Harus dibalas dengan kebaikan," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved