Soal Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Freeport, Dahnil Anzar: Ada Apa?
Dahnil Anzar Simanjunak angkat bicara soal pernyataan Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, yang ungkap adanya pertemuan jokowi dan James R. Moffet
Namun, setelah dibawa, Sudirman Said mengatakan pada Moffet bahwa draft tersebut tidak sesuai.
"Kalau saya ikuti draftmu, maka akan ada preseden negara didikte korporasi. Saya tidak lakukan itu. You tell me what have been discussed with president, dan saya akan buat draft yang lindungi kepentingan republik," beber Sudirman.
Sudirman mengatakan, ia kembali lagi ke kantor ESDM sekitar jam 3 sore.
Ia langsung meminta sekjen, biro hukum, dan bidang terkait berkumpul dan membuat draft surat perpanjangan kontrak.
Setelah rapat, draft yang dibuatnya kemudian dinyatakan clear.
"Namun saat itu belum saya tandatangani," terang Sudirman Said.
Surat tersebut pun ia serahkan pada Presiden.
"Bapak ibu mau tahu apa yang dikatakan presiden (saat saya memberikan draft itu)? 'Begini saja sudah mau, kalau mau lebih kuat, yang diberi saja (Mofet)',” ungkap Sudirman.
"Saya katakan surat itu perkuat posisi mereka, lemahkan posisi kita. Jadi kalau saya disalahkan karena posisi negara semakin lemah, maka salahkanlah yang menyuruh surat itu (presiden)," tandasnya.
Baca: Kubu Jokowi-Prabowo ‘Abaikan’ Sulut: Pertarungan Elektoral di 13 Daerah
Jawaban Jokowi
Sementara itu, diberitakan Tribunnews.com, Presiden Jokowi memberikan jawaban atas tudingan Sudirman Said itu.
Jokowi menjelaskan, pertemuan tersebut tidak dilakukan secara diam-diam.
Menurutnya, pertemuan itu dilakukan berkali-kali dengan tujuan agar Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas Freeport.
"Enggak sekali dua kali ketemu, diam-diam bagaimana? Pertemuan bolak-balik," ujar Jokowi di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (20/2/2019) malam.
Jokowi mengakui bahwa pertemuan tersebut terjadi membahas perpanjangan kegiatan operasi yang diminta pihak Freeport.